CPNS 2019

Ini Usulan Formasi CPNS di Pekanbaru, Inhu, Pelalawan dan Inhil, Pemko Pekanbaru 367 formasi

Siapkan berkas-berkasmu, penerimaan CPNS 2019 akan segera dimulai. Ini jumlah formasi CPNS yang sudah diusulkan

Ini Usulan Formasi CPNS di Pekanbaru, Inhu, Pelalawan dan Inhil, Pemko Pekanbaru 367 formasi
Tribunnews.com
Ini Usulan Formasi CPNS di Pekanbaru, Inhu, Pelalawan dan Inhil, Pemko Pekanbaru 367 formasi 

Mereka mengajukan formasi sebanyak 367 formasi kepada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI.

Formasi ini sesuai jumlah ASN di pemko yang masuk batas usia pensiun. Porsi terbanyak adalah formasi guru dan tenaga kesehatan. Kedua formasi ini paling banyak yang pensiun pada tahun ini.

Pemerintah kota sudah menggelar CPNS 2018. Jumlah peserta pada seleksi CPNS 2018 silam di Pemerimtah Kota Pekanbaru capai 9.411 orang.

Mereka jalani seleksi untuk mendapat 304 formasi. Ada 302 orang yang lulus dalam seleksi CPNS 2018. Dua Formasi yang kosong.

Tapi hanya 301 orang CPNS yang terima surat keputusan. Sebab satu CPNS mengundurkan diri. 

Formasi CPNS 2019 Pemkab Inhu

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hingga kini masih belum menerima konfirmasi dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Inhu yang disetujui.

Kepala BKP2D Inhu, Subrantas mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mengajukan 800 an formasi CPNS.

"Kita mengajukan 800an formasi, kalau bisa kita dapat kaya tahun kemarin jadilah," kata Subrantas, Jumat (4/10/2019).

Subrantas menyampaikan bahwa pihaknnya juga belum menerima informasi pasti soal tanggal pembukaan pendaftaran seleksi CPNS.

"Sampai saat ini kita belum menerima pemberitahuan resmi dari Kemenpan RB soal jadwal pelaksanaan itu. Informasi yang kita peroleh masih sama seperti informasi yang beredar di sejumlah media saat ini," kata Subrantas.

Terkait pelaksanaan seleksi CPNS Inhu, kata Subrantas tetap digelar oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Meski begitu, Subrantas berkata untuk tahun 2020 mendatang, daerah diminta menganggarkan pelaksanaan CPNS daerah.

"Kita diminta untuk menganggarkan, namun sampai sekarang ini masih belum jelas pembiyaan yang mana yang ditanggung daerah," kata Subrantas.

Subrantas menyampaikan pihaknya akan memasukan anggaran pelaksanaan seleksi CPNS itu pada APBD Inhu tahun 2020 mendatang.

Meski ia belum bisa menyebutkan berapa besar anggaran seleksi CPNS tersebut.

"Kita masih diminta berkoordinasi dengan BKN terkait hal tersebut," kata Subrantas.

BKP2D Pelalawan Usulkan 600-an Formasi CPNS 2019

Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKP2D) Pelalawan usulkan 600-an Formasi CPNS 2019, dan BKPP Kuansing ajukan 400 Formasi CPNS 2019.

BKP2D Kabupaten Pelalawan Riau telah mengusulkan formasi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 ke Kementerian Pemberdayan Aparatur Negara (Kemenpan) RI.

Formasi yang dikirimkan ke Kemenpan RI sebanyak 600 lebih berdasarkan perhitungan kebutuhan PNS di lingkungan Pemkab Pelalawan yang diperkirakan BKP2D.

Usulan itu telah disampaikan beberapa bulan lalu sesuai dengan permintaan dari pemerintah pusat dalam rangka penerimaan CPNS tahun ini.

"Dari 600 lebih formasi, didominasi oleh guru dan tenaga pengajar. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya," terang Sekretaris BKP2D Pelalawan, Rinto Rinaldi, kepada tribunpelalawan.com, Jumat (4/10/2019).

Rinto menjelaskan, jumlah formasi yang diusulkan sudah termasuk formasi untuk calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Proses pengajuannya secara online melalui website yang telah ditentukan Kemenpan RI.

Namun hingga kini pihaknya belum menerima jumlah formasi yang disetujui Kemenpan untuk diterima pada perekrutan CPNS 2019 ini.

Pemerintah daerah masih menunggu keputusan pemerintah pusat termasuk teknis penerimaan calon abdi negara tersebut.

"Kami konfirmasi ke BKN dan BKD Provinsi Riau, mereka juga belum mendapatkan petunjuk teknis. Belum ada undangan pertemuan dari Kemenpan untuk membahas CPNS ini," tambah Rinto.

Dikatakannya, berdasarkan edaran dari Kemenpan, pelaksanaan penerimaan CPNS digelar akhir Oktober ini.

Tapi pihaknya belum bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan lantaran petunjuk teknis belum didapatkan.

BKP2D hanya menunggu perkembangan informasi dari Kemenpan maupun BKN.

Inhil Ajukan 500 Formasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai bersiap untuk melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Untuk diketahui, Kemenpan RB akan kembali membuka seleksi penerimaan CPNS tahun 2019, setelah sebelumnya juga menggelar seleksi CPNS pada akhir 2018 lalu.

Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Inhil pun sudah bersiap untuk menerima instruksi terkait penerimaan CPNS tahun 2019 dari Kemenpan RB.

Kepala BKPSDM Inhil, H Fauzar menuturkan, Pemkab Inhil telah menyusun formasi yang akan diajukan kepada Kemenpan RB. Meskipun nantinya jumlah formasi ditentukan Kemenpan RB, menurut Fauzar, Kabupaten Inhil akan mengajukan sekitar 500 formasi pada CPNS 2019.

“Karena formatnya sudah di pusat. Banyak (formasi) pun yang diajukan, pusat nanti yang nentukan. Kita mengajukan, tapi yang disetujui berapa, itu dari pusatnya, nanti dikembalikan Kemenpan untuk yang disetujui,” terang Fauzar kepada Tribun, Jumat (4/10).

Untuk formasi tahun ini, dikatakan Fauzar, komposisinya masih sama dengan seleksi CPNS tahun lalu, yakni lebih banyak posisi tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan.

“Iya, guru dan kesehatan. Dari Kemenpan juga banyak posisi itu. Formatnya, persentasenya yang terbesar itu guru dan kesehatan,” tuturnya.

Untuk waktu pelaksanaannya, Fauzar belum bisa memastikan karena ditentukan oleh Kementerian, namun direncanakan pada Oktober 2019.

“Insya Allah sesuai jadwal mungkin Oktober. Nanti akan ada info pastinya terkait CPNS ini dari pusat,” tambah mantan Plt Sekda Kabupaten Inhil ini.

Pada penerimaan CPNS sebelumnya akhir tahun 2018 lalu, Inhil mendapatkan 342 formasi. Namun ada 13 formasi tidak terisi, antara lain honorer K2 sebanyak 2 formasi, dokter spesialis 4 formasi, perekam medis 2 formasi, perawat anestesi 2 formasi, dan okupasi terapi 3 formasi.

Kekosongan formasi ini karena memang tidak ada yang mendaftar, dan karena memang pelamarnya tidak mencapai passing grade maupun angka perangkingan. (*)

Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved