Kepala BRG RI dan Wako Dumai Cicipi Madu Kelulut, Rasanya Enak, ada Asam dan Manis

Kepala BRG RI dan Wako Dumai mencicipi madu kelulut saat meninjau program R3 di Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan DUmai Selatan.

Kepala BRG RI dan Wako Dumai Cicipi Madu Kelulut, Rasanya Enak, ada Asam dan Manis
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Kepala BRG Nazir Foead dan Wako Dumai Zulkifli AS, mencicipi madu kelulut saat berkunjung ke taman wisata alam Sungai Dumai, Kelurahan Bukit Timan, Rabu (9/10). 

tribunpekanbaru.com - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Nazir Foead beserta rombongan meninjau lokasi program R3 budidaya lebah madu kelulut, di kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Rabu (9/10).

Nazir Foead beserta rombongan langsung disambut oleh Wali Kota Dumai Zulkifli AS, dan bersama-sama meninjau lokasi budidaya lebah madu kelulut yang berada di taman wisata alam Sungai Dumai, Kelurahan Bukit Timah.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota maupun Kepala BRG sempat mencicipi madu kelulut di hutan wisata Dumai, yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Maju Lestari. Nazir dan Zulkifli tanpa ragu langsung mencicipi madu kelulut tersebut, dan setelah mencicipi, keduanya sama-sama menyebutkan rasa madu tersebut ada asam dan manisnya.

"Rasanya enak, ada asam dan manis, beda dari kebanyakan madu. Ini sangat khas rasanya, perlu dikembangkan lebih baik lagi," sebut Nazir Foead.

Nazir mengaku, tinjauanya ke lokasi budidaya lebah madu kelulut yang berada di taman wisata alam Sungai Dumai, Kelurahan Bukit Timah, untuk melihat bagaimana progres dari kerjasama BRG dengan kelompok tani Hutan Maju Lestari dalam melaksanakan program R3.

Program R3 tersebut terdiri dari rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut, revegetation atau pembuatan ulang vegetasi mulai dari persemaian, pembibitan, dan penanaman, serta terakhir adalah revitalization atau revitalisasi sumber mata pencarian masyarakat sekitar lahan gambut.

"Jadi, kerjasama kelompok tani Hutan Maju Lestari di Dumai ini masuk pada program R3 dengan budidaya lebah madu kelulut, dan kita menilai ini sangat bagus jika dikembangkan lagi," kata Nazir.

Lebih lanjut diterangkan, dengan adanya budidaya lebah madu kelulut di hutan taman wisata alam Sungai Dumai, tentunya akan menjaga kelestarian hutan gambut di kawasan tersebut.

Nazir mengaku, jika pengelolaan budidaya lebah madu kelulut ini dikembangkan, tentunya akan memberikan kesejahteraan bagi anggota kelompok tani. Dan jika didukung oleh masyarakat, maka pengembangannya tentu akan lebih baik lagi.

Sementara itu, Wali Kota Dumai, Zulkifli AS, mengucapkan terima kasih kepada Kepala BRG RI yang sudah meninjau program R3 budidaya lebah madu kelulut di Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.

"Kita berharap dengan kedatangan kepala BRG RI ini, bisa memberikan semangat kepada kelompok tani, sehingga bantuan bisa didapat lagi," sebutnya.

Ketua Kelompok Tani Hutan Maju Lestari, Binsar, mengungkapkan, bantuan BRG diberikan kepada pihaknya pada tahun 2019 dari APBN sebesar Rp100 juta.

"Kita mengajukan budidaya lebah madu kelulut pada 2018 lalu dan Alhamdullah cair pada 2019. Kita langsung buat tempatnya sekitar 70-an kotak, target kita 100 kotak," terangnya.

Dia berharap, kedatangan kepala BRG RI ini bisa melihat dan memberikan motivasi pihaknya untuk membesarkan budidaya lebah kelulut.

Di akhir tinjauan, rombongan menyempatkan diri melihat-lihat tempat budidaya lebah kelulut tersebut. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved