Kunjungi 7 Pulau Terluar RI di Wilayah Riau, Ekspedisi Kas Keliling BI Bawa Rp5,6 Miliar

Ekspedisi Kas Keliling BI menuju 7 pulau terluar RI di wilayah Riau, dilepas Wako Dumai di Dermaga A Pelindo. Ekspedisi ini menggunakan KRI Barakuda.

Kunjungi 7 Pulau Terluar RI di Wilayah Riau, Ekspedisi Kas Keliling BI Bawa Rp5,6 Miliar
tribun pekanbaru
Wali Kota Dumai Zulkifli AS, bersama Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili, menggunting pita saat melepas Ekspedisi Kas Keliling BI, Rabu (9/10). 

tribunpekanbaru.com - Wali Kota Dumai Zulkifli AS bersama Forkopimda Dumai di antaranya Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili, Kapolres Dumai, dan Dandim 0320/Dumai, melepas tim Ekpedisi Kas Keliling Bank Indonesia (BI) ke pulau Terluar, Terdepan. dan Terpencil (3T) di wilayah Provinsi Riau.

Pelepasan tim Ekspedisi Kas Keliling BI ke pulau 3T di Riau ini dilakukan di Dermaga A Pelindo Branch Dumai, Rabu (9/10). Tim Eksepdisi Kas Keliling BI berangkat dengan menggunakan kapal milik TNI AL, KRI Barakuda.

Pelepasan tim Ekspedisi Kas Keliling BI ke pulau 3T ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Dumai, dan Kepala BI Perwakilan Riau.

Tim Ekpedisi Kas Keliling BI ke pulau 3T ini dipimpin oleh Decymus, Kepala Kantor Bank Indonesia perwakilan Riau, yang bekerja sama dengan TNI AL.

Decymus mengungkapkan, tim Ekspedisi Kas Keliling BI ke pulau 3T di Riau ini, nantinya akan mendatangi 7 daerah yang masuk dalam kategori 3T di Provisi Riau. Ketujuh daerah tersebut adalah Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, Pulau Rangsang, Pulau Kitang, Pulau Lepar, Pulau Toboali, dan Pulau Sungsang.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan kegiatan kas keliling ini ada tiga, yaitu untuk mengedarkan uang sekaligus untuk mengumpulkan dan melakukan penukaran uang, supaya uang-uang yang ada di pulau terluar kualitasnya tetap baik.

Setelah itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penyuluhan sekaligus edukasi, dengan harapan masyarakat bisa membedakan mana uang asli dan uang palsu.

"Apalagi daerah 3T tersebut terpapar bukan hanya oleh uang rupiah, tapi juga menggunakan mata uang negara lain. Untuk itulah, tujuan kas keliling ini adalah untuk lebih meningkatkan penggunaan rupiah di daerah perbatasan," terangnya.

Kegiatan ini nantinya akan berlangsung selama lebih kurang 9 hari. Setelah berkeliling, nantinya tim akan kembali lagi ke Dumai.

Saat ditanya berapa banyak uang yang dibawa dalam perjalan kas keliling ke daerah 3T tersebut, Decymus menyebutkan sebanyak Rp5,6 miliar, terdiri dari uang pecahan Rp1000 sampai Rp20.000.

Sementara itu, Wali Kota Dumai, Zulkifli AS, mengaku Kota Dumai merasa terhormat dipilih sebagai tempat pelepasan tim Ekpedisi Kas keliling BI ke 3T. Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa memberikan dampak baik dalam menjaga keutuhan kedaulatan bangsa.

"Kita juga melihat daerah 3T tersebut memang harus mendapatkan edukasi, karena memang di daerah tersebut langsung berbatasan dengan negara lain," terangnya.

Sementara, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili mengaku, kegiatan ini mendapat pengawalan TNI AL sebanyak 75 personel.

"Selain berperang, tugas kita juga mendukung program pemerintah. Untuk itulah kita siap mendukung dan bersinergi dengan BI dalam menjalankan tugas negara," tuturnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved