NEWS VIDEO: Jenjang Pendidikan Bukan Hambatan, Andi Ciptakan Pesawat Pemetaan Udara

Andi hanya tamatan sekolah dasar namun bisa merakit pesawat terbang tanpa awak digunakan untuk foto pemetaan

"Sampai hari ini dirinya sudah memetakan tiga desa melalui udara dengan alat ini.

Diantaranya pemetaan Desa Sederak Kecamatan Bengkalis, Desa Sebauk dan Desa Sungai Alam. Ini dalam waktu dekat kita juga akan lakukan pemetaan untuk desa Air Putih, " jelasnya.

Selain untuk pemetaan, dirinya berharap pesawat ciptaannya bisa bermanfaat lain untuk kepentingan umum.

Terutama untuk pemantauan udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Kalau pihak terkait mau memanfaatkan untuk pemantauan Karhutla kita mau membantunya. Mudah mudahan pihak terkait mau," ungkapnya.

Sementara itu Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, memuji dan mengapresiasi keberhasilan Andi yang bisa menciptakan pesawat tanpa awak ini.

Apalagi hasil karyanya itu diperoleh Andi hanya bermodal ilmu secara autodidak atau mendapat keahlian dengan belajar sendiri menggunakan media sosial.

"Kami Komisi IV sangat mengapresiasi ide dan upaya inovatif Dinda Andi ini.

Secara swadaya telah menciptakan sejenis pesawat yang dapat mengudara dan dapat memotret serta merekam dari ketinggian," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan.

Sofyan turut didampingi salah satu Anggota DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan juga mengaku sudah melihat langsung sistem kerja dari karya Andi tersebut dari dekat. "Kemudian hebatnya, karya Andi ini juga dapat terkoneksi langsung dengan satelit, hasilnya juga sudah kami lihat dan cukup bagus.

Ini adalah salah satu langkah inovatif yang dilakukan oleh putra Bengkalis dan ini harus didukung," tambahnya.

Kesempatan ini Sofyan juga berharap kepada pemerintah daerah (Pemda) bisa mengalokasikan anggaran dan memperbanyak pesawat karya anak daerah ini, karena hasil karyanya itu juga telah memperoleh penghargaan dari daerah lain.

Karya ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan atau digunakan oleh perangkat daerah (PD) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti untuk mendeteksi daerah rawan kebakaran lahan, bisa juga untuk mendeteksi daerah abrasi pantai atau untuk pemetaan wilayah.

"Karya ini sudah menggunakan teknologi kekinian dan bisa diproduksi tinggal dipatenkan saja Kami sangat kagum dengan hasil karya ini dan sebagai bentuk apresiasi nanti akan kami undang secara khusus untuk mempraktikkan agar bisa disaksikan bersama-sama," tutup Sofyan.

(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved