Breaking News:

Artikel

Nongkrong Ngopi Ala Era Disrupsi

Nongkrong memang suatu kata yang lazim dipakai sehari-hari oleh kita semua. Kalau digabungmenjadi “ nongkrong ngopi” lebih enak untuk kita bahas.

Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Nongkrong Ngopi Ala Era Disrupsi 

Kedai kopi tradisional maupun kedai kopi modern seperti Starbucks, ternyata masih termasuk dalam kategori kedai kopi konvensional.

Bedanya ngopi di Coffee Shop dengan kedai kopi tradisional, yang pasti harga di coffee shop bukan main mahalnya, dan untuk rasa tetap saja masih unggul cita rasa kopi pada kedai kopi tradisional tentunya.

Baca: Gagal Paham Disrupsi Mindset Terhadap UMKM

Baca: Berpikirlah di Luar Mainstream Agar Eksis Pada Era Disrupsi

Baca: Benarkah Gaya Kepemimpinan Otoriter Lebih Cocok di Era Disrupsi?

Lalu seperti apakah konsep kedai kopi era disrupsi ini? Masih ingat dalam pikiran kita dengan Outlet 7 – Eleven.

Di Indonesia memang akhirnya tutup ( 30 Juni 2017), namun tutup bukan berarti ada kesalahan dari “business model” nya,

dan bila kita telaah lebih dalam, penyebabnya adalah ketidaksiapan dari pihak pemerintah sebagai regulator yang menyalahkan 7 -Eleven dari segi perijinan,

sebab ijinnya sebagai minimarket dan restoran, dan dalam perjalanannya dengan buka 24 jam sebagai tempat nongkrong anak muda,

Malah 7 – Eleven dipersalahkan tidak bisa untuk hal tersebut menggunakan izin convenience store.

Padahal secara global dunia, bahwa terbukti jumlah outlet dari 7 – Evelen adalah terbesar di dunia dengan 40.000 outlet, hal itu melebihi outlet Mc Donald’s maupun Starbucks.

Keberadaan 7 Eleven sukses besar di Singapore sebanyak 5000 outlet dan di Thailand dengan 7000 outlet.

Seperti apakah konsep tempat ‘Nongkrong Ngopi” di 7 – Eleven.

Philosopi yang dipakai oleh 7 – Eleven adalah “ Affordable Luxury” atau kemewahan terjangkau.

Untuk jatah uang saku mahasiswa, tentu tidak bisa nongkrong ngopi acap kali di Starbucks tentunya di 7 – Eleven anak-anak muda bisa ngopi dengan Rp. 10.000

dan mendapatkan nasi goreng sekitar Rp 20.000 dengan dilengkapi suasana yang bersih dan eksklusif, dan bahkan kita bisa melihat yang parkir di halaman outlet 7-Eleven adalah para pemilik Mercy ataupun BMW berbaur dengan para pengendara motor.

Yang lebih menariknya lagi, konsep 7-Eleven itu justru banyak dicontoh oleh sejumlah supermarket dengan cara “malu-malu”,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved