Berita Riau

Bidik Korporasi Terkait Karhutla, Brigjen Fadil: Hujan Boleh Turun, Penegakan Hukum Terus Jalan

Proses penegakan hukum terhadap perusahaan pembakar lahan di Riau, dilakukan secara profesional dan saintifik.

Bidik Korporasi Terkait Karhutla, Brigjen Fadil: Hujan Boleh Turun, Penegakan Hukum Terus Jalan
Istimewa
Tim terpadu dari Bareskrim Mabes Polri, Ditjen Gakkum KLHK dan Kejaksaan saat meninjau lokasi lahan terbakar di Inhu, Kamis (10/10/2019). 

Bidik Sejumlah Korporasi Terkait Karhutla, Brigjen Fadil: Hujan Boleh Turun, Penegakan Hukum Terus Jalan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Fadil Imran menegaskan, proses penegakan hukum terhadap perusahaan pembakar lahan di Riau, dilakukan secara profesional dan saintifik.

"Satu pesan dari kami, hujan boleh turun. Tapi penegakan hukum yang kami lakukan terus berjalan," ujar Fadil usai meninjau sejumlah lahan konsesi perusahaan yang terbakar di daerah Inhu dan Siak, Kamis (10/10/2019).

Fadil memastikan, jika nanti didapati ada fakta perbuatan melawan hukum yang dilakukan korporasi, hingga menyebabkan kerusakan baku mutu lingkungan, maka pihaknya akan mengambil langkah untuk menetapkan tersangka.

"Besok akan kita gelar terhadap temuan fakta penyelidikan ini untuk kita naikkan ke penyidikan. Tergantung kerja tim di lapangan," sebutnya.

Baca: Foto-foto dan Video Kejadian Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang Banten

Fadil menjabarkan, dalam tinjauannya bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK pada Kamis ini, setidaknya ada 5 lokasi yang didatangi.

Di antaranya ada di Kabupaten Inhu dan Kabupaten Siak.

Seperti di Kabupaten Siak, tim gabungan terpadu ini meninjau lokasi kebakaran lahan PT DKM, PT TKWL, PT RML
dan PT WSSI.

"Kami datang bersama tim terpadu, beranggotakan Bareskrim Mabes Polri, Dirjen Gakkum, KLHK dan tim ahli untuk pengambilan sampel bersama Puslabfor Mabes Polri," ungkap Jenderal bintang satu ini.

Tujuannya kata Fadil, tentu saja untuk memastikan bahwa telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, yang menyebabkan terjadinya gangguan terhadap lingkungan hidup.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved