Breaking News:

PENGAKUAN Najwa Shihab: 'Najwa kok anak ustadz enggak pakai jilbab'

Sehingga kerap muncul pertanyaan; Kenapa Najwa Shihab tak pakai Jilbab padahal bapaknya Quraish Shihab adalah kiai besar?

Instagram
Najwa Shihab 

Walau sebenarnya Najwa Shihab memandang alasannya belum mengenakan hijab adalah malasah pribadi.

"Dan saya selalu punya jawaban, jadi saya bilang Abi Quraish Shihab punya buku yang sangat lengkap dan konprehensif tentang jilbab," terang Najwa Shihab.

"Daripada saya yang menjelaskan alasan pribadi kenapa saya belum menggunakan penutup kepala,"

"Maka teman-teman dapat membeli buku Abi," imbuhnya.

Pernyataan Najwa Shihab dinilai, Yunarto Wijaya yang juga merupakan narasumber di acara itu sebagai promosi terselebuh terhadap buku Quraish Shihab.

"Jualan," ucap Yunarto Wijaya sambil tertawa.

Yenny Wahid Protes Najwa Shihab

Dua wanita, Najwa Shihab dan Yenny Wahid dikenal sebagai sahabat dekat.

Namun inilah yang terjadi saat Najwa Shihab diprotes oleh Yenny Wahid di sebuah acara.

Putri Gus Dur, Yenny Wahid dipanggil pembawa acara Najwa Shihab sebagai calon menteri.

Hal tersebut terjadi saat Yenny Wahid hadir sebagai narasumber di acara Catatan Najwa.

Mulanya Najwa Shihab memperkenalkan satu per satu siapa saja narasumbernya.

Catatan Najwa yang tayang di YouTube pada Senin (15/7/2019 itu bertajuk 'Soal Cina dan Jilbab: Blak-Blakan Merawat Indonesia'.

"Ada peneliti, ada pengusaha, ada aktivis calon menteri," kata Najwa Shihab menunjuk ke arah Yenny Wahid.

Ia Yenny Wahid yang duduk disamping Yunarto Wijaya langsung tertawa.

Sambil mengangkat tangannya, Yenni Wahid izin ingin memprotes pernyataan Najwa Shihab.

"Mau protes boleh, bukan protes mau komentar," ucap Yenny Wahid.

"Boleh komentar," imbuh Najwa Shihab.

Lalu Yenny Wahid mengatakan di matanya menjadi calon menteri itu terlalu biasa.

Pasalnya saat ini orang-orang sudah banyak yang menjadi calon presiden.

"Calon menteri itu biasa banget," kata Yenny Wahid disambut tawa penonton.

"Calon presiden banyak banget," imbuhnya.

Melihat gaya Yenny Wahid yang penuh percaya diri, Najwa Shihab memberikan pujian.

"Gua suka nih model gini," ujar Najwa Shihab.

Kemudian Yenny Wahid menambahkan pendangdut Rhoma Irama saja bahkan pernah mencalonkan dirinya sebagi presiden.

Mendengar hal tersebut tawa penonton kembali pecah.

"Rhoma Irama juga calon presiden Mbak Nana," kata Yenny Wahid.

"Kita omonginnya 2024 sekarang 2019 udah selesai," ujar Najwa Shihab.

SIMAK VIDOENYA:

Yenny Wahid Dukung Wacana Menteri Berusia Muda

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mendukung wacana presiden terpilih Joko Widodo yang ingin mengangkat menteri dari kelompok milenial yang berusia muda.

Yenny mengatakan, sosok-sosok dari kalangan milenial perlu dihadirkan dalam kabinet karena dinilai dapat mengikuti tantantan zaman.

"Bagus banget karena zamannya zaman milenial. Nah, kita-kita yang sudah tidak milenial lagi belum tentu bisa mengikuti cara berpikir atau tantangan zaman. Memang perlu anak milenial supaya bisa mengatasi tantangan yang ada," kata Yenny di Hotel Pullman, Rabu (3/7/2019).

Yenny nenuturkan, kelompok milenial juga memiliki kelebihan yakni mempunyai pola pikir yang lebih segar serta akrab dengan perkembangan teknologi.

Yenny pun tak mempermasalahkan keraguan sejumlah pihak yang menyebut kelompok milenial belum pantas jadi menteri karena pengalamannya yang dangkal.

"Pak Jokowi dulu waktu nyalon jadi presiden juga belum punya pengalaman menjadi presiden. Gus dur juga dulu terpilih jadi presiden juga belum punya pengalaman jadi presiden," ujar Yenny.

Menurut Yenny Wahid, kelompok milenial yang terpilih masuk kabinet nanti harus mau belajar dari orang-orang yang lebih senior untuk memperkaya pengalaman mereka.

"Kalau misalnya tokoh-tokoh muda nanti yang diminta masuk ke kabinet bisa tetap rendah hati dan mau sowan ke yang lebih tua ngga ada masalah jadinya ke depannya walaupun dia mungkin tidak punya pengalaman," kata Yenny.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kriteria menteri yang akan mengisi kabinetnya ke depan.

Menurut Jokowi, para menteri yang mengisi kabinet baru nantinya harus memiliki kemampuan untuk mengeksekusi program secara tepat dan cepat.

Kedua, harus memiliki kemampuan manajerial.

Ketiga, kabinet mendatang juga akan banyak diwarnai dengan anak-anak muda.

"Ya, bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manajerial, dan mampu mengeksekusi program-program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan harian Kompas, Senin (1/7/2019). (*)

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved