Anggota TNI Diberi Sanksi Karena Ulah Sang Istri, Menhan Ryamizard Ryacudu Sebut Sebuah Risiko

Internal TNI mendapat sorotan beberapa hari belakangan dengan kasus mengomentari kejadian penusukan Menkopolhukam, Wiranto.

Anggota TNI Diberi Sanksi Karena Ulah Sang Istri, Menhan Ryamizard Ryacudu Sebut Sebuah Risiko
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. 

Anggota TNI Diberi Sanksi Karena Ulah Sang Istri, Menhan Ryamizard Ryacudu Sebut Sebuah Risiko

TRIBUNPEKANBARU.COM - Internal TNI mendapat sorotan beberapa hari belakangan dengan kasus mengomentari kejadian penusukan Menkopolhukam, Wiranto.

Oknum TNI tersebut mendapatkan sanksi internal dan istrinya menjalani proses hukum.

Mengomentari hal itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai wajar jika ada anggota TNI yang diberi sanksi pencopotan lantaran istrinya nyinyir di media sosial terkait penusukan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di media sosial.

Menhan menilai hal itu merupakan hal yang harus ditanggung oleh prajurit. "Itu kan risiko," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Karhutla Meluas di Sumsel, Kualitas Udara Memburuk, Sekolah Diliburkan, Riau Status Tidak Sehat

Ashanty Didiagnosa Mengidap Autoimun, Bisa Sebabkan Berbagai Penyakit

Empat Barang Sehari-hari Yang Ternyata Bisa Jadi Investasi Menjanjikan

Ryamizard menilai, anggota TNI sudah seharusnya bisa mengontrol perbuatan keluarganya, seperti istri dan anak.

 

 

Ia menilai, suatu bentuk pelanggaran jika sampai keluarga anggota TNI justru tidak bersimpati dengan penyerangan terhadap Wiranto. Padahal penyerangan itu diduga dilakukan oleh orang yang terafiliasi dengan jaringan ISIS.

"Itu kan risiko, artinya dia tidak bisa mengendalikan istrinya. Istri itu kan harus dinasihati segala macam," kata Ryamizard.

Ryamizard juga menegaskan bahwa ketetuan yang mengatur pencopotan anggota TNI karena ulah istrinya ini sudah diatur dalam disipilin tentara. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail aturan yang dimaksud.

"Ada aturan disiplin tentara, kemudian di situ ada kode etik. Ada semuanya, bukan enggak ada. Semua ada aturan," kata dia.

Diberitakan, ada tiga istri anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengunggah konten negatif terkait penusukan terhadap Wiranto. Akibatnya, tiga personel TNI tersebut mendapat saksi ditahan dan dicopot dari jabatannya.

Tak hanya itu, ketiga istri anggota TNI itu pun dilaporkan ke polisi karena dianggap melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Ketiga anggota TNI tersebut adalah Peltu YNS, anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, Komandan Distrik Militer Kendari, Kolonel HS dan Sersan Dua Z.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menhan Angkat Bicara Soal Pencopotan Anggota TNI karena Unggahan Istri: Itu Risiko, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/14/menhan-angkat-bicara-soal-pencopotan-anggota-tni-karena-unggahan-istri-itu-risiko.

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved