Berkas Tersangka Karhutla PT SSS Dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan

Penyidik dari Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menyerahkan berkas perkara Karhutla PT SSS ke Kejaksaan.

Berkas Tersangka Karhutla PT SSS Dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
KARHUTLA - Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto (paling kanan) saat menyerahkan berkas perkara Karhutla PT SSS kepada Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau Sofyan Selle, Senin (14/10/2019). AKBP Fibri berharap berkas perkara itu bisa dinyatakan lengkap oleh jaksa. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidik dari Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menyerahkan berkas perkara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjerat PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), Senin (14/10/2019).

Penyerahan berkas atau tahap I kepada Jaksa Peneliti bidang Pidana Umum Kejati Riau, dalam hal ini diterima langsung oleh Asisten Pidana Umum (Aspidum), Sofyan Selle.

Berkas perkara tersebut terdiri atas nama tersangka PT. SSS yang dalam hal ini diwakili Oleh Direktur Utama, berinisial EBH.

Serta berkas perkara tersangka selaku Estate Manager PT. SSS, berinisial AOH.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau AKBP Fibri Karpiananto, yang memimpin penyerahan berkas perkara menjelaskan, penyidik dalam hal ini akan menunggu petunjuk dari jaksa.

Polisi Ringkus Pengedar Narkoba. Diduga Pelaku Dikendalikan dari Lapas

"Kita harapkan berkas perkara bisa dinyatakan lengkap oleh JPU segera," sebut Fibri yang didampingi Kasubdit IV AKBP Andi Yul dan beberapa orang penyidik.

Jika pun nanti ada kekurangan, mantan Kapolres Kuansing ini menyatakan pihaknya akan segera melengkapi.

Tapi jika tidak, tentunya akan berlanjut pada tahap berikutnya.

Fibri mengatakan, dalam proses pemberkasan sendiri tidak ada kendala berarti.

"Ada dua bundel kita serahkan, di-split menjadi dua berkas. Berkas yang satu untuk tersangka korporasi diwakili direktur dan satu lagi berkas tersangka untuk pejabat fungsional (managemen kebun, red)," paparnya.

Ditemukan di Depan Pintu Rumah Warga Riau, Bayi Tak Bernama Itu Akhirnya Meninggal

Fibri menambahkan, hal ini juga menjadi komitmen dan keseriusan Polri, termasuk pihak Kejaksaan dalam penanganan kasus Karhutla.

"Pada tahap awal Jaksa juga ikut ke TKP, Insya Allah tidak banyak kekurangan dalam berkas kami," tuturnya.

Sementara itu Aspidum Kejati Riau Sofyan Selle membeberkan, setelah penyerahan berkas perkara ini, Jaksa punya waktu tujuh hari ke depan untuk meneliti apakah berkas tersebut sudah memenuhi syarat baik formil dan materil, untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Karena kata Sofyan, penanganan perkara Karhutla, dalam hal ini korporasi, memang perlu lebih detail dan spesifik.

"Dengan koordinasi yang terjalin baik selama ini, ke depannya kita harap tidak ada kesulitan. Karena komitmennya sejak awal bahwa penanganan kasus Karhutla, harus tegas. Mudah-mudahan sampai tuntas dan terbukti, karena ini juga jadi efek jera (bagi pelaku)," terangnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved