Berita Riau

Perusahaan Sawit Ikut Paparkan Pengelolaan Gambut pada Festival Kabupaten Lestari di Siak Riau

Pada FKL 2019 kemarin, peserta diajak eksplorasi Siak Hijau melalui perjalanan lapangan yang edukatif ke Taman Nasional Zamrud dan agrowisata.

Perusahaan Sawit Ikut Paparkan Pengelolaan Gambut pada Festival Kabupaten Lestari di Siak Riau
istimewa
Bupati Siak Alfedri dan Kadis LHK Siak Syafrilenti berfoto bersama manajemen PT KTU di depan jenis gambut yang dipamerkan perusahaan itu pada FKL 2019, Minggu (13/10/2019) lalu. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Festival Kabupaten Lestari (FKL) II di Kabupaten Siak berakhir sudah. Bupati Siak Alfedri cukup puas dengan penyelenggaraan festival berbasis lingkungan itu.

"Alhamdulillah, kami senang kegiatan berjalan lancar. Banyak sekali edukasi dan informasi selama kegiatan. Perusahaan-perusahaan perkebunan memberikan kontribusi," kata Alfedri, Rabu (15/10/2019).

Melalui program Siak Hijau dan pelaksanaan FKL, Alferdi berharap ke depan ada kolaborasi yang lebih besar agar bisa melakukan lebih banyak upaya untuk pencegahan Karhutla. Ia juga mengajak perusahaan melaksanakan pengelolaan lahan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Siak adalah anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). LTKL memiliki 11 kabupaten anggota di 8 provinsi se-Indonesia.

Anggotanya adalah Kabupaten Musi Banyuasin (Sumsel), Kabupaten Siak (Riau), Kabupaten Sintang (Kalbar), Kabupaten Sigi (Sulteng), Kabupaten Bone Bolango (Provinsi Gorontalo), Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo), dan Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi Aceh), 14 jejaring mitra dan bekerja berdampingan dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi).

FKL mempertemukan peserta dengan inovasi lestari tepat sasaran. Pertemuan itu bisa menjawab tantangan kabupaten dalam implementasi visi lestari, khususnya seputar restorasi dan konservasi, intensifikasi pengolahan lahan, serta penanggulangan bencana terkait pengelolaan lahan.

Diantara perusahaan yang all out memberikan kontribusi selama acara adalah PT. Kimia Tirta Utama (KTU). Perusahaan ini ikut memaparkan pengelolaan lahan gambut yang baik sesuai arahan Badan Restorasi Gambut (BRG). Di booth pameran PT KTU menyampaikan jenis -jenis gambut dan pengelolaan yang benar.

"Secara umum masyarakat dan pelajar di Siak masih belum mengerti 100 persen apa itu gambut. Selama ini mereka cuma tahu dari media bahwa gambut itu penyebab kebakaran dan sawit itu boros air," ujar Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain.

Pelajar dan masyarakat yang berkunjung ke booth PT KTU disuguhi jenis gambut dan pemaparanya, serta manfaat kelapa sawit .

Kepala Riset Nizam Tambusai PT KTU menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung kegiatan FKL. Sebab, perusahaan di bawah Astra Group ini juga bertanggungjawab menjaga lingkungan dari Karhutla.

Pada 2019 ini PT KTU sudah diverifikasi oleh BRG dan mendapatkan nilai tertinggi. Ini membuktikan PT KTU tidak main- main dalam menjaga kelestarian gambut.

Pada FKL 2019 kemarin, peserta diajak eksplorasi Siak Hijau melalui perjalanan lapangan yang edukatif ke Taman Nasional Zamrud dan juga lokasi agrowisata Bunga Raya.

Perjalanan ini membawa peserta mengenal lebh dekat Kabupaten Siak melalui #WisataLestari, yakni melihat secara langsung bagaimana implementasi dari Perbup nomor 22/2018.

FKL merupakan acara perayaan bersama serta ajang promosi bagi kabupaten anggota LTKL serta mitra pembangunan atas perkembangan atau kemajuan dalam mengimplementasi visi kabupaten lestari.

Festival juga menjadi sarana untuk membuka dan mempererat komunikasi serta gotong-royong antarsesama anggota dan mitra LTKL, serta pihak lain yang terlibat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Selain itu juga mengenalkan program lingkungan ke generasi milenial. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved