Duduki Kursi Menteri, Rocky Gerung Sebut Prabowo Akan Jadi Orang ke2 di Istana, Menjadi 'Pengendali'

Jika Ketum Gerindra Prabowo Subianto jadi menteri kabinet Jokowi, Rocky Gerung menilai bakal ada perubahan besar di Istana.

Duduki Kursi Menteri, Rocky Gerung Sebut Prabowo Akan Jadi Orang ke2 di Istana, Menjadi 'Pengendali'
Tribunnews.com/Fahdi Pahlevi
Mr Rocky Gerung (Tribunnews.com/Fahdi Pahlevi) 

"Dulu saya bilang, saya ingin menggulung karpet merah istana, saya tidak ingin menyediakan karpet merah untuk prabowo, tapi saya ingin menggulung karpet merahnya Jokowi. Yang terjadi ternyata justru cebong yang menyediakan karpet merah buat kampret di bawah kepemimpinan Politik Prabowo nanti," tambahnya.

Rocky Gerung juga menilai bahwa setelah pengumuman kabinet, Prabowo Subianto akan terlihat lebih dominan di pemerintahan.

"Jadi warna Istana akan sangat berwarna Prabowo, secara aura dia mampu untuk menghasilkan retorika dan itu akan menarik publik," katanya.

Bahkan menurut Rocky Gerung, ke depannya Jokowi tak akan lagi membutuhkan abdi dalem, karena semua dikendalikan oleh Prabowo Subianto.

"Mungkin dia nggak perlu lagi abdi dalam seperti saudara Ngabalin yang kemarin viral bahwa yang bersangkutan selalu mengklaim sebagai kupingnya presiden. Dan ternyata jangankan mendekat ke kuping presiden, mendekat ke daun pintu ruang presiden saja dia dihalangi oleh satpam istana, jadi konyol," bebernya.

Adanya pergeseran abdi dalem itu, kata Rocky Gerung, akan berakibat jauh kepada pergeseran komisaris, staff khusus, dan segala macam.

"Itu yang disebut sebagai revolusi kecil di istana, itu akan menyebabkan pergeseran panjang, pergeseran luas di mereka yang fanatik terhadap jokowi, dan mereka yang terpaksa musti pragmatis seolah-olah patuh pada tamu baru yang namanya Prabowo Subianto. Jadi meja makan akan diganti menunya, dan kebiasaan-kebiasaan lama juga akan berubah," terang Rocky Gerung

Bahkan menurutnya, Jokowi secara praktis jadi Perdana Menteri di pemerintahan karena kemampuannya.

"Saya melihat secara praktis Prabowo jadi Perdana Menteri di situ, karena kemampuan dia untuk manufering, lobby kiri kanan," katanya.

Hal itu kata dia, dikarenakan Prabowo Subianto terlihat paling dominan dan tentunya disetujui oleh Ketum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved