Siak

STORY - Jalan-jalan di Water Front City Siak Rasa Berada di Luar Negeri

Rampungnya pembangunan turap, pendestrian di bibir sungai Siak, telah berhasil mengubah wajah kota Siak Sri Indrapura.

STORY - Jalan-jalan di Water Front City Siak Rasa Berada di Luar Negeri
Istimewa
Seorang warga duduk di kursi tempat pendestrian, water front city di Tepian Bandar Sungai Jantan. 

Bentangan turap, yang kini telah menjadi pendestrian popular di Siak tersebut, berpangkal dari depan kelenteng Hock Siu Kiong, klenteng terbesar dan tertua di kabupaten Siak.

Di depan klenteng tersebut dibangun taman yang indah, lengkap dengan fasilitas tempat duduknya. Bagian plaza utama turap, berbentuk lingkaran dengan diameter 82,64 meter ada di sana.

Plaza ini dibangun lebih tinggi 60 sentimeter dari permukaan jalur pedestrian. Tujuannya agar siapapun yang datang bisa lebih leluasa menikmati pemandangan sungai Siak.

Lebar turap 12 meter dengan lantai yang bersih dengan granit mewah. Turap ini berujung di depan masjid peninggalan Sultan Siak, yakni masjid Syahbuddin.

Di muara anak sungai yang dicor dan dibendung menuju taman Tengku Mahratu, fasilitas turap dilengkapi dengan sebuah gazebo berkubah putih.

 STORY - Korban Kebakaran di Pelalawan Riau Bersyukur Dibangunkan: Kalau Tidak Kami Sudah Terpanggang

 Cueki Ketua DPRD Riau Saat Sambangi Sekolahnya, Kepsek di Pekanbaru: Saya Baru Kenal

Di sana dibangun pula dinding bertuliskan Tepian Bandar Sungai Jantan. Tulisan itu bercahaya kuning pada malam hari.

Di bagian depan istana Asserayah Al Hasyimiyah, turap itu terintegrasi dengan lapangan Siak Bermadah, taman Tengku Mahratu dan kompleks istana.

Di sana juga dibuat tulisan berukuran sangat besar, Siak Sri Indrapura. Ini menjadi titik kedua yang paling favorite bagi juru foto dan pelancong.

Lapangan Siak Bermadah juga dihiasi dengan pohon-pohon dan lampu-lampu. Di sana juga ada monumen bermahkota sultan Siak.

Monumen tersebut dibangun untuk mengingatkan bantuan Sultan Syarif Kasim II, pahlawan nasional dan sultan terakhir Siak kepada Presiden Soekarno, yakni berupa penyerahan uang 13 juta Gulden, mahkota emas serta pernyataan penggabungan kekuasaan kesultanan Siak ke Republik Indonesia yang baru saja merdeka dari cengkraman penjajah.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved