Siak

STORY - Jejak Kolonial di Tanah Kesultanan Siak

Jejak kolonial Belanda di Kabupaten Siak, Riau, masih menyisakan bukti otentik.

STORY - Jejak Kolonial di Tanah Kesultanan Siak
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
ISTANA Siak Sri Indrapura atau Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889 

STORY - Jejak Kolonial di Tanah Kesultanan Siak

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Jejak kolonial Belanda di Kabupaten Siak masih menyisakan bukti otentik berupa kompleks bangunan.

Bangunan itu khas, sebagaimana bangunan Eropa pada zamannya, terletak Kampung Benteng, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.

"Bangunan tua itu adalah Tangsi Militer Belanda. Dibangun pada 1860, lebih tua dari bangunan Istana Siak. Kita tahu istana Siak dibangun pada 1889," ujar ketua Siak Heritage Community (SHC), Joprizal, beberapa waktu lalu.

Sedikitnya ada 6 gedung di sana.

 Puluhan Murid SMP di Dumai Riau Menjerit-jerit karena Kerasukan, Terpaksa Dipulangkan Lebih Awal

 FOTO: Tim Rescue Evakuasi Anak Gajah Liar yang Terkena Jerat

Bangunan itu menjadi bukti bahwa Belanda hidup di Mempura, berseberangan dengan pusat kesultanan Siak di Kampung Dalam, Siak. Wilayah pusat kesultanan Siak dengan kompleks perkantoran dan tangsi Belanda dipisah oleh sungai Siak.

Sejak Belanda hengkang dari Tanah Air, hanya ada 2 pasukan yang sempat memanfaatkan bangunan-bangunan khas itu.

Pada 1942 Belanda diusir pasukan Jepang dari nusantara. Sejak itu pula pasukan Jepang memanfaatkan bangunan-bangunan itu.

Semua kepentingan bisnis Belanda di Siak diambil alih oleh Jepang. Namun pasukan Dai Nippon itu hanya bertahan 3,5 tahun di sana.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved