Beda Pilihan Saat Pilkades, Acara Hajatan Ibu Ini Diboikot Warga, Tak Ada yang Datang

Tini harus menelan pil pahit dari pemilihan kepala desa ( Pilkades) yang digelar desa setempat September lalu.

Setelah menemui pihak karang taruna, lagi-lagi tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.

Merasa dipermainkan Tini memilih untuk pulang.

"Karena disuruh ke sana kemari saya kemudian pulang," katanya ditemui Kompas.com di Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019).

Tini lantas meminta pertimbangan dengan saudara-saudaranya terkait permasalahan yang dialami.

Biasanya setiap ada hajatan di desa cukup Ketua RT yang menyelesaikan.

Justru saat dirinya hajatan, ada alasan yang dibuat-buat.

Diboikot warga

"Ada undangan kumbakarnan (rapat persiapan pesta pernikahan) banyak masyarakat yang tak datang. Banyak yang bilang di jalan warga diteriakin tidak boleh datang ke rumah," kata anak pertama Tini, Siti (27).

"Ada orang yang melarang warga supaya tidak datang ke rumah. Entah apa masalahnya, pertama katanya Pilkades."

Siti menyampaikan secara masyarakat ibunya telah melaksanakan tugasnya sebagai warga dengan baik. Seperti arisan, gotong royong, dan lainnya.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved