Breaking News:

Beda Pilihan Saat Pilkades, Acara Hajatan Ibu Ini Diboikot Warga, Tak Ada yang Datang

Tini harus menelan pil pahit dari pemilihan kepala desa ( Pilkades) yang digelar desa setempat September lalu.

"Pak RT biasanya bisa menyelesaikan kok ini tidak. Acara klumpukan ulem (undangan) biasanya pakai pengeras suara datang. Tapi kok tidak seperti biasanya," pikirnya.

Di samping itu setiap ada hajatan pernikahan pasti selalu dihadiri ratusan warga.

Tetapi pada acara hajatan pernikahan ditempatnya tak banyak warga yang datang membantu.

"Hari besuknya ibu ngasih nasi sebagai tanda terima kasih dan silaturahmi karena sama-sama membantu. Tapi sebagian banyak yang menolak. Ada yang menerima tapi diambil oknum terus dikembalikan," tuturnya.

Dibantu warga luar desa

Meskipun banyak warga sekitar yang tak datang membantu, Siti mengatakan hajatan yang digelar berjalan dengan lancar.

Justru bantuan datang dari warga lain di luar desanya.

Mereka ada yang menjadi penyaji tamu undangan.

Siti mengaku sempat kecewa dengan sikap warga terhadap ibunya.

Ibunya yang tak tahu apa-apa soal Pilkades justru dijadikan korban sampai tidak ada warga yang mau datang membantu acara hajatan.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved