Fendi Selamat, Tapi Motornya Remuk Tertimpa Peti Kemas yang Jatuh dari Truk

Sebuah peti kemas bermuatan besi terjatuh dari truk pengangkutnya di Batam. Peristiwa ini nyaris merenggut korban jiwa.

Fendi Selamat, Tapi Motornya Remuk Tertimpa Peti Kemas yang Jatuh dari Truk
tribun batam
Fendi (baju merah) pengendara sepeda motor Honda Beat yang selamat dari maut, Kamis (17/10) sore lalu. Dia berhasil menghindar saat peti kemas jatuh dari truk, namun motornya remuk. 

tribunpekanbaru.com - Sebuah peti kemas terjatuh dari sebuah truk dengan plat nomor BP 9023 VE, di Simpang Fanindo, Batuaji, Kota Batam, Kepri. Peristiwa ini nyaris memakan korban jiwa, setelah peti kemas itu menimpa sebuah sepeda motor yang sedang melintas di dekatnya.

Kini peti kemas yang nyaris menebar maut tersebut sudah berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan menggunakan alat berat, dan baru selesai dikerjakan pada dinihari, karena menunggu datangnya crane yang digunakan untuk mengangkat kontainer tersebut.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap jatuhnya peti kemas dari truk kontainer, yang melintas di jalan Brigjen Katamso, Kota Batam. Peristiwa itu terjadi Kamis (17/10) sore lalu, saat jalanan sedang padat karena bertepatan dengan jam pulang kantor.

Kepala Unit (Kanit) Laka Polresta Barelang, Iptu Predyando mengatakan, peristiwa di Jalan Brigjen Katamso tersebut tidak menelan korban jiwa. Hanya saja, satu sepeda motor jenis Honda Beat mengalami rusak parah karena tertimpa peti kemas yang jatuh dari truk kontainer BP 9023 VE. Sedangkan pengendaranya bernama Fendi, berhasil melompat menghindar, sehingga selamat dari maut.

"Kalau korban jiwa tidak ada, namun ada motor yang tertimpa peti kemas kondisinya rusak parah. Sasis kendaraan patah dan posisi depan motor remuk," kata Predyando, Jumat (18/10).

Dia juga mengatakan, untuk supir truk kontainer tersebut masih menjalani pemeriksaan di Unit Laka Polresta Barelang. "Kita masih periksa supirnya, jadi belum bisa memberikan komentar banyak," kata Predyando.

Namun menurutnya muatan di dalam peti kemas yang terjatuh tersebut adalah besi yang akan diantar ke sebuah perusahaan di kawasan Tanjung Uncang.

"Kondisi muatan peti kemasnya penuh, hal itu juga yang membuat evakuasinya menjadi lama. Ditambah lagi saat kejadian pas jam sibuk pulang kerja," kata Predyando menjelaskan.

Di tempat terpisah, Riyan, warga Sungai Binti, mengatakan proses evakuasi peti kemas itu berlangsung sampai dinihari. "Tadi malam kebetulan saya pulang pukul 01.00 WIB, proses evakuasinya sata itu masih belum selesai," katanya.

Dia juga mengatakan, evakuasi peti kemas tersebut menggunakan satu unit alat berat yang didatangkan ke lokasi kejadian. (rin/tribun batam)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved