BREAKING NEWS: Diskes Pelalawan Riau Lepaskan 5 Warga Gangguan Jiwa dari Pemasungan

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Riau mulai menggalakan program bebas pasung dalam tahun 2019 ini bagi masyarakat yang mengidap gangguan

BREAKING NEWS: Diskes Pelalawan Riau Lepaskan 5 Warga Gangguan Jiwa dari Pemasungan
http://bali.tribunnews.com
ilustrasi 

BREAKING NEWS: Diskes Pelalawan Riau Lepaskan 5 Warga Gangguan Jiwa dari Pemasungan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Riau mulai menggalakan program bebas pasung dalam tahun 2019 ini bagi masyarakat yang mengidap gangguan kejiwaan.

Diskes membentuk tim dalam melaksanakan program bebas pasung yang telah berjalan satu bulan terakhir. Targetnya yakni warga Pelalawan yang mengalami gangguan kejiwan tetapi diasingkan oleh masyarakat dan keluarga dengan cara dipasung. Baik dikurung dalam ruangan khusus hingga diikat agar tidak pergi kemana-mana.

Motivator Mengamuk Saat Sampaikan Materi, Tampar 10 Siswa Saat Seminar Motivasi Berwirausaha

Live Streaming MotoGP Jepang 2019 Siang Ini Pukul 13.00 WIB di Trans 7, Tonton Disini

Kisah Menarik Menteri Jokowi-JK, Ada yang tak Punya Nomor Whatsapp

"Pada umumnya tempat pemasungannya memprihatinkan dan kurang manusiawi. Kebanyakan seperti itu yang kita jumpai di lapangan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskes Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (20/10/2019).

Asril merincikan, dalam dua pekan ini sudah ada lima orang warga Pelalawan yang mengidap gangguan jiwa dilepaskan dari pemasungan. Kemudian diantarkan ke RSJ Tampan Kota Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif. Warga yang dikeluarkan dari pemasungan itu berasal dari Kecamatan Teluk Meranti, Langgam, Bunut, Pangkalan Lesung, dan Bandar Seikijang.

"Kita sudah membuat MoU bersama RSJ Tampan. Jadi pihak keluarga tak perlu mengeluarkan biaya. Semuanya ditanggung oleh Jamkesda dan diintegrasikan ke BPJS kesehatan," tambah Asril.

Asril menyebutkan, lima warga yang mengidap gangguan jiwa itu dipasung dalam rentang waktu yang beragam mulai dari dua tahun hingga ada yang sudah lima tahun. Warga melakukan hal itu karena yang bersangkutan takut mengganggu orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi penyakit kejiwaan ini kebanyakan diakibatkan oleh tekanan yang bisa berimplikasi tidak baik hingga diambil jalan tengah lebih aman dengan cara pemasungan.

Kedepan pihaknya akan membentuk kader-kader kesehatan jiwa dan pos kesehatan di setiap kecamatan untuk menuntaskan program bebas pasung. Diskes mengimbau kepada seluruh masyarakat Pelalawan apabila ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa, segera melapor ke pihaknya. Agar diambil langkah evakuasi dan perawatan ke RSJ Tampan. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved