Berita Riau

Bupati Alfedri Ikut Berjalan, Siak Tampilkan Tari Olangolang pada Karnaval Pawai Budaya Riau

Bupati Siak Alfedri dan istri ikut pada gelaran karnaval itu. Ia mengenakan baju Melayu lengkap pula dengan tanjak di kepala.

Bupati Alfedri Ikut Berjalan, Siak Tampilkan Tari Olangolang pada Karnaval Pawai Budaya Riau
istimewa
Bupati Siak Alfedri (baju hitam) dan jajaran menyaksikan tampilan Tari Olangolang pada Karnaval Budaya Riau, Sabtu (19/10/2019) di Pekanbaru. 

TRIBUNSIAK.COM, PEKANBARU - Trai Olangolang menjadi persembahan Pemkab Siak pada karnaval pawai budaya Riau, Sabtu (19/10/2019) di Pekanbaru.

Tampilan tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat dan kontingen lain saat karnaval berlangsung.

Bupati Siak Alfedri dan istri ikut pada gelaran karnaval itu. Ia mengenakan baju Melayu lengkap pula dengan tanjak di kepala. Alfedri juga didampingi Sekdakab Siak Tengku Said Hamzah dan pimpinan Forkompinda Kabupaten Siak.

Karnaval pawai budaya sempena Hari Sumpah Pemuda ke- 91 yang digelar Pemprov Riau. Alfedri bersama istri dan kontingen Siak mengikuti pawai dari garis keberangkatan di Jalan Sumatera hingga Jalan Kartini, Kota Pekanbaru.

Bupati Alfedri berjalan pada barisan depan sebelum kendaraan hias berbentuk rumah adat dan Istana Siak meluncur dengan pelan.

"Saya senang sekali dapat mengikuti pawai budaya ini. Ini termasuk sarana memperkenalkan khasanah Kabupaten Siak kepada masyarakat," kata Alfedri.

Ia mengatakan, Tari Olangolang yang ditampilkan dari Siak dimainkan kelompok tari asal Kecamatan Dayun. Peserta dari kontingen Siak juga mengenakan pakaian adat nusantara, yang menggambarkan kebhinnekaan masyarakat Kabupaten Siak yang telah terjalin sejak era Kesultanan Siak.

Ia menuturkan, di masa lalu, masyarakat Negeri Istana yang multikultur dan multietnis hidup harmonis dan berdampingan. Semua suku hidup dengan damai di bawah payung panji budaya Melayu.

"Ini sesuai dengan semangat peringatan Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu," kata Alfedri.

Sedangkan mobil hias yang ditampilkan bertema Istana Siak Asserayah Al Hasyimiyah. Itu mengilustrasikan kemegahan istana berjuluk Istana Matahari Timur, sebagai kediaman resmi Sultan Siak.

Istana ini dimulai pembangunannya sejak tahun 1889, pada masa pemerintahan Sultan Siak ke 11 yaitu Sultan Syarif Hasyim.

Istana yang memiliki kekhasan perpaduan corak Melayu Arab dan Eropa ini kemudian selesai dibangun pada tahun 1893. Saat ini, Istana Siak Asserayah Al Hasyimiyah menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi ikon pariwisata Kabupaten Siak, dan dijadikan logo resmi Pemkab Siak.

Pada karnaval ini, kontingen Kabupaten Siak memboyong sekitar 450 orang, yang terdiri dari masyarakat, pelajar, TNI dan Polri yang berpakaian adat serta pimpinan OPD beserta istri, dengan mengusung tema, ‘Merangkai Budaya dalam Jalinan NKRI’.

Tema ini diangkat sebagai gambaran konkret Siak sebagai kabupaten yang penuh dengan keragaman baik suku bangsa maupun agama.

"Kita kompak sekali dari awal kegiatan hingga pulang. Semoga kegiatan ini memberikan makna bahwa kita semua berbeda namun damai dalam frame Pancasila," ujar Bupati Alfedri. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved