Berita Riau

Dinilai Lebih Menguntungkan, Petani Dayun Siak Riau Coba Peruntungan Tanam Bawang Merah

Sawit 1 hentare tidak lagi memberikan untung. Namun, dengan bawang, dapat 6 kali panen dalam setahun, dengan keuntungan yang lebih berlipat.

Dinilai Lebih Menguntungkan, Petani Dayun Siak Riau Coba Peruntungan Tanam Bawang Merah
ist
Bawang Merah (ilustrasi) 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sejumlah petani di Kabupaten Siak mulai mencoba mengembangkan tanaman lain selain kelapa sawit.

Petani di Bungaraya beralih ke sawah sedangkan petani di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun mencoba peruntungan ke tanaman hortikultura.

Petani di Kampung Sialang Sakti, Dayun yang tergabung ke dalam Kelompok Tani Tunas Maju mencoba menanam bawang merah di atas lahan seluas 1 hektare.

Mereka sudah melakukan panen perdana untuk 1 hektare lahan tersebut. Ternyata anggota kelompok merasakan keuntungan yang cepat, bila dibanding dengan kelapa sawit.

"Bawang merah ini hasilnya lebih menguntungkan dibanding kelapa sawit," kata Ahmad Senaan, anggota Kelompok Tani Tunas Maju, Minggu (20/10/2019).

Ia menjelaskan, modal berasal dari bantuan pemerintah pusat. Awalnya Kementerian Pertanian memberikan bantuan bibit bawang berupa umbi sebanyak 450 kg dan biji sehanyak 4 kg.

"Kami menanam di lahan 1 hektare 2 bulan lalu. Alhamdulillah sudah bisa panen," kata dia.

Menurutnya, sawit 1 hentare tidak lagi memberikan untung yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, dengan bawang, dapat 6 kali panen dalam setahun, dengan keuntungan yang lebih berlipat.

Sebelum ia menanam bawang merah, ia juga telah berhasil bersama kelompok tani menaman melon, pare, cabai merah, dan terong.

Setiap tanaman yang sudah dipanen harus diganti dengan tanaman yang lain agar tidak terserang hama. Mereka tertarik mengembangkan tanaman hortikultura dibanding kelapa sawit.

"Kepada para petani terutama petani sawit yang sedang peremajaan sawit, jangan takut untuk mencoba dan beralih ke tanaman holtikultura karena hasilnya jauh lebih menguntungkan," kata dia.

Bupati Siak Alfedri didampingi Kepala Dinas Pertanian Siak Budiman Shafari ikut hadir melakukan panen bawang merah di lahan Poktan Tunas Maju itu. Ia sekaligus ikut menyemai benih bawang merah untuk selanjutnya.

"Jika hasil panen bawang ini sebanyak 5 ton dan harga per kilonya Rp 15 ribu, maka petani sudah dapat mengantongi Rp 75 juta sekali panen. Lama jangka panen hanya 2 bulan," kata Alfedri.

Ia mengajak masyarakat untuk bercocok tanam yang hasilnya lebih menguntungkan. Apalagi saat ini sawit milik masyarakat sedang direplanting dan harga sawitpun tidak stabil. Bahkan selalu (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved