Berita Riau

Sekda Minta Manfaatkan dengan Baik,Beasiswa BPDPKS Diterima 90 Mahasiswa Baru Politeknik Kampar Riau

Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronica mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari program pemerintah yang diselenggarakan lewat BPDPKS.

Sekda Minta Manfaatkan dengan Baik,Beasiswa BPDPKS Diterima 90 Mahasiswa Baru Politeknik Kampar Riau
istimewa
Sekda Kampar Yusri menyalami mahasiswa Politeknik Kampar, Sabtu (19/10/2019). 

TRIBUNBANGKINANG, TRIBUN - Sebanyak 90 mahasiswa baru Politeknik Kampar menerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Politeknik Kampar tahun 2019 ini.

Dari 300 mahasiswa yang diterima Politeknik Kampar tahun ini, 90 diantaranya dari berbagai daerah di Provinsi Riau berhak menerima beasiswa tersebut.

Penyerahan beasiswa ini secara simbolis dilakukan pada kuliah umum perdana mahasiswa baru Politeknik Kampar, Sabtu (19/10/2019).

Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronica mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari program pemerintah yang diselenggarakan lewat BPDPKS.

Para mahasiswa yang mendapat beasiswa ini merupakan putra dan putri para petani dan buruh perkebunan kelapa sawit.

Sekda Kampar,Yusri yang turut hadir dalam kuliah perdana ini mengatakan dari ratusan mahasiswa yang mendaftar hanya 90 orang yang berkesempatan mendapatkan beasiswa.

“Manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya karena masa depan industri kelapa sawit beserta produk turunannya ada di tangan para mahasiswa sekarang ini,” ujarnya.

Yusri berharap program beasiswa sawit Indonesia ini semoga berkelanjutan dan para penerima beasiswa bersyukur dengan memanfaatkan kesempatan terbaik ini dengan sebaik-baiknya.

Sekda Yusri menuturkan, target 40 tahun kedepan Kampar menjadi penyangga pendidikan di Riau, saat ini ada 3 perguruan tinggi di Kampar yakni STIE Bangkinang, Universitas Pahlawan, Politeknik Kampar. Diharapkan seiring waktu semakin besar dan berkembang.

Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Feri HC Putra mengungkapkan 70 persen dari pungutan ekspor sawit berasal dari Riau, sementara untuk kelapa sawitnya sendiri di Medan sudah 2 generasi dan di Riau adalah generasi kedua kelapa sawitnya.

"Kita harus menolak black campaign tentang kelapa sawit, politeknik diharapkan memiliki pusat riset pengembangan IT Industri Sawit agar ada di Kampar, sekarang kita memasuki era industri 4.0 maka gunakanlah kesempatan dengan melihat peluang dari informasi yang ada," ungkapnya.

Saat ini industri perkebunan kelapa sawit tengah menuju green Indonesia yang sustainable yang kini mulai diakui dunia.

"Mahasiswa harus dapat menciptakan produk turunan dari kelapa sawit yang dapat membuka peluang kerja sehingga setelah tamat tidak menjadi pengangguran namun pencipta lapangan kerja yang dapat menciptakan dan memasarkan sebuah produk yang dihasilkan dan menjadi tenaga siap pakai," pungkas Feri. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved