Taman Catur di Kompleks GOR H Agus Salim Padang, Bidak Caturnya Berukuran Besar

Percasi Kota Padang mengelola taman catur di kompleks GOR H Agus Salim Padang. Taman ini unik, karena papan catur dan bidak berukuran besar.

Taman Catur di Kompleks GOR H Agus Salim Padang, Bidak Caturnya Berukuran Besar
tribun padang
Taman catur yang ada di komplek GOR Haji Agus Salim Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Di sini ada papan catur dan bidak yang berukuran besar. Taman catur ini dikelola oleh Percasi Kota Padang. 

tribunpekanbaru.com - Di kompleks Stadion H Agus Salim, Padang, ada sebuah taman yang unik. Taman itu adalah taman catur, yang berisi bidak-bidak catur raksasa. Taman catur tersebut berukuran sekitar 10 meter persegi.

Bidak catur yang ada di taman catur tersebut berukuran besar dan terbuat dari kayu yang sesuai dengan ukuran papan catur.

"Ukuran bidak catur ini mencapai tinggi hampir satu meter. Ini punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Buktinya minat masyarakat cukup tinggi, mulai dari pedagang hingga pegawai menikmati permainan catur besar ini," kata Wakil Ketua Umum Percasi Padang, Deddi Djaafar, Minggu (20/10).

Membuat taman catur ukuran besar ini memang ide Percasi Padang. Selain papan catur dan bidak raksasa, kata Deddi, Percasi Padang juga menggelar belasan papan catur di Sekretariat Percasi Padang yang berada di sekitar lokasi tersebut.

"Kami mengadakan latihan setiap hari selama 24 jam. Pesertanya umum dan siapa saja boleh main. Kami tidak membedakan status. Kemudian, kami juga menggelar pertandingan, biasanya diikuti oleh master dan nonmaster," sebut Deddi Djaafar.

Berbeda dengan bermain catur di Sekretariat Percasi Padang, bermain catur yang berukuran besar mampu mengundang banyak orang untuk datang dan bisa dinikmati oleh masyarakat banyak.

Selain itu, di sekitar Taman Catur tersebut juga terdapat meja-meja dan kursi-kursi yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menyaksikan permainan catur.

"Tapi sekarang, beginilah kondisinya. Meja-meja itu banyak yang keropos dan berlumut. Bahkan sudah beralih fungsi jadi tempat duduk," jelas Deddi Djaafar.

Pantauan Tribun Padang, Minggu (20/10), warga cukup ramai memainkan catur ukuran besar tersebut. Hanya saja, kondisi bidak catur dan di sekeliling taman cukup memprihatinkan karena seperti tak terurus.

Dikatakan, Deddi Djaafar taman catur memang dikelola Percasi Kota Padang. "Bidak (pion) catur memang sudah banyak yang rusak. Bidak itu tidak bisa diperbaiki lagi, bagusnya diganti dengan yang baru agar masyarakat bisa menikmati permainannya," kata Deddi.

Namun untuk mengganti dengan yang baru, menurut Deddi, pihaknya terkendala anggaran. Karena kisaran harga memperbaiki bidak catur sekitar Rp300-350 ribu per buah catur. Selama ini, katanya, Percasi Padang sudah berusaha memperbaiki bidak catur itu secara swadaya.

Ia pun berharap Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan perhatian penuh pada taman catur di kompleks GOR H Agus Salim ini. Karena menurutnya, selain olahraga catur merupakan permainan mengasah otak, tapi juga mampu menghilangkan stres.

"Tiap akhir pekan taman catur ini ramai dikunjungi warga. Taman catur ini dibuat agar permainan catur lebih bervariasi dan bisa dinikmati masyarakat. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved