Siak

Warga Heboh di Minas Riau, Izin Praktik Habis Bidan Ini Masih Terima Pasien

Warga kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak heboh gara-gara legalitas praktik bidan mandiri.

Warga Heboh di Minas Riau, Izin Praktik Habis Bidan Ini Masih Terima Pasien
Shutterstock
Ilustrasi 

Warga Heboh di Minas Riau, Izin Praktik Habis Bidan Ini Masih Terima Pasien

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak heboh gara-gara legalitas praktik bidan mandiri, bermerk Bidan Junita Pardede, Am.Keb. Izin praktik kebidanan itu sudah lama habis namun masih membuka praktik hingga sekarang.

"Kami jadi ragu datang ke bidan itu, karena sedang heboh sekarang, bahwa praktik kebidanannya sudah tak ada izin alias ilegal," kata Laila, warga setempat, Minggu (20/10/2019).

Ia ragu bila terjadi kesalahan medis, sehingga menjadi korban mal praktik.

Ia berharap Dinas Kesehatan Pemkab Siak tegas menindak praktik-praktik kebidanan secara mandiri yang tanpa izin dan prosedur berlaku.

 Bandar Judi Togel di Riau Diciduk Polres Kampar, Uang Hasil Jual Togel Juga Diamankan

 Kisah Mistis Bus Tersesat Tepi Jurang Hutan Wonogiri, Ada Orang Menyeberang Jalan Tiba-tiba Hilang

Pada plang merk praktik kebidanan itu tampak bertuliskan Bidan Junita Pardede, AM.Keb,
Desa Minas Barat, Kabupaten Siak, No.441/PSDK/SIPB/IX/2013/04.

Pemberlakuan izin praktik kebidanan biasanya diperpanjang minimal 3 bulan sebelum izin mati.

Namun bidan Junita Pardede tidak melakukan pengurusan izin dan legalitas. Akibatnya warga menjadi khawatir setelah ada pihak yang mengkritisi praktik kebidanan itu.

Junita Pardede mengakui izin praktiknya sudah 2 tahun habis. Namun ia mengaku belum punya uang untuk mengurus perpanjangan izin ke Jakarta.

"Untuk lebih lanjutnya biarkan abang saya, Monang Siahaan yang akan menjelaskan," kata dia.

Monang Siahaan juga mengatakan pengurusan perpanjangan izin ke Jakarta. Untuk melakukan perpanjangan izin itu butuh uang sementara Junita Pardede belum punya uang.

"Ini lagi kita usahakan mengurus izinnya. Kenapa praktiknya adik saya masih buka hanya masalah kemanusiaan saja, sebab ada yang datang terus ditolong," kata dia.

 Sosok Istri Maruf Amin, Wury Estu Handayani Pernah Jadi Perawat Gigi

 Pelantikan Presiden, 225 Personel TNI-Polri Pelalawan Riau Amankan Objek Vital Hingga Rumah Ibadah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Siak Raja Tonny Chandra mengatakan akan menindak praktik bidan mandiri yang tidak memenuhi izin dan prosedur.

Sebab, praktik kesehatan termasuk di dalamnya bidan mandiri harus profesional dan bebas mal praktik yang dibuktikan dengan izin yang berlaku.

"Kalau izinnya habis dan tidak diperpanjang lagi sebenarnya tidak boleh melakukan praktik. Jika ada kesalahan medis siapa yang bertanggung jawab, ya bisa fatal akibatnya," kata dia.

Ia juga membantah untuk pengurusan perpanjangan izin tidak perlu harus ke Kemenkes, Jakarta. Praktik bidan mandiri cukup mengurus izin ke Puskesmas dengan memenuhi persyaratannya.

 Bawa Enam Butir Ekstasi, Pria 30 Tahun di Riau diamankan Polsek Mandau

"Bahkan tidak bayar alias gratis. Kalau dikatakan butuh uang, itu alasan saja itu, yang jelas kami tidak memungut uang," kata dia.

Sesuai aturan, bagi seluruh praktik kebidanan secara mandiri harus mengurus perpanjangan izin minimal 3 bulan sebelum habis masa berlakunya. (tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved