BBR Penyuluhan di Kepulauan Meranti, Songgo: Kepala Sekolah Harus Lolos UKBI

Balai Bahasa Riau kembali menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pengguna media luar ruang. Kali ini berlangsung di Kepulauan Meranti.

BBR Penyuluhan di Kepulauan Meranti, Songgo: Kepala Sekolah Harus Lolos UKBI
foto/istimewa
Balai Bahasa Riau menggelar penyuluhan di Selat Panjang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Balai Bahasa Riau kembali menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pengguna media luar ruang.

Kali ini berlangsung di Kepulauan Meranti 19-20 Oktober 2019. Sekitar 50 kepala sekolah SD dan SMP menjadi peserta kegiatan tersebut.

Kepala Balai Bahasa Riau (BBR), Drs Songgo A Siruah MPd mengatakan, lembaga yang dipimpinnya tengah menggerakkan semangat literasi dan menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia di semua lini masyarakat, termasuk dalam media luar ruang.

Untuk di sekolah, media luar ruang bisa diterapkan melalui spanduk, papan nama kelas, majalah dinding, jalan sekolah, informasi pendidikan, dan lain-lain.

"Untuk itu kami mengundang kepala SD dan SLTP yang berperan sebagai pimpinan di sekolah masing-masing dalam kegiatan ini, sehingga tujuan memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara bisa terwujud," ujar Songgo dalam kegiatan tersebut.

Dia mengatakan, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) diharapkan menjadi salah satu syarat pengangkatan kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sebab, dengan dinyatakan berkompetensi dalam UKBI tersebut, seorang kepala sekolah bisa menjadi contoh dan teladan bagi para guru dan siswa-siswi di sekolahnya.

Pemerintah saat ini sangat serius dalam menguatkan pemahaman bahasa Indonesia dalam masyarakat. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia, yang menguatkan Undang-Undang No 24 Tahun 2009.

Ini menjelaskan begitu pentingnya penggunaan bahasa Indonesia bagi seluruh masyarakat.

"Bahasa Indonesia sebagai perekat wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita bisa bayangkan, begitu banyak suku bangsa dan bahasa daerah. Tanpa ada Bahasa Indonesia, sangat sulit terjadi komunikasi,” jelas Songgo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Nuriman, saat membuka kegiatan tersebut menyatakan, kepala sekolah harus menjadi suri teladan bagi guru dan peserta didik. Terutama dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Songgo dan Balai Bahasa Riau yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Meranti. Kegiatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua kepala sekolah dan nantinya diterapkan di sekolah masing-masing," tutur Nuriman.

Ketua panitia pelaksana kegiatan ini, Yeni Maulina SPd, menjelaskan, selain Songgo, dua narasumber lainnya yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah Dr Fatmawati MPd dan Dra Sri Sabakti MHum, dua penyuluh senior dari internal BBR.

Mereka menyampaikan materi tentang kebijakan bahasa, bahasa surat, ejaan, bentuk dan pilihan kata, kalimat, paragraf, dan lainnya. (*)

Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved