Kabinet Jokowi Jilid II

Bercanda Ketiduran Saat Ditelepon Istana, Kapitra Ampera Legowo Tak Masuk Kabinet Jokowi-Maaruf

Pengacara kondang yang juga Politisi PDI Perjuangan Kapitra Ampera memastikan dirinya tidak masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Maaruf

Bercanda Ketiduran Saat Ditelepon Istana, Kapitra Ampera Legowo Tak Masuk Kabinet Jokowi-Maaruf
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
SOAL Jaksa Agung Bukan dari Parpol dalam Kabinet Kerja Jilid II, Kapitra Ampera: Waiting Time Aja 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengacara kondang yang juga Politisi PDI Perjuangan Kapitra Ampera memastikan dirinya tidak masuk dalam kabinet kerja Joko Widodo-Maaruf Amin.

Namun demikian dirinya tetap legowo karena semuanya tergantung keputusan dari Presiden sebagai yang punya kewenangan untuk itu.

"Saya tidak masuk dalam kabinet, kita harus terima ini keputusan pak Presiden,"ujar Kapitra Ampera saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com Senin (21/10/2019).

Menurut Kapitra Ampera siapapun yang dipilih Presiden untuk menjadi pendampingnya baik itu Menteri maupun Jaksa Agung adalah keputusan yang tepat dan terbaik bagi Presiden dalam membantu tugasnya.

Saat ditanya apakah dirinya tidak mendapatkan telepon dari istana untuk ikut diperkenalkan jadi Menteri, dengan sedikit bercanda Kapitra mengatakan tertidur saat ditelepon.

"Saya tertidur saat ditelepon jam 1 malam,"ujarnya sambil bercanda dan mengaku tidak ada mendapat telepon.

Nadiem Makarim Tinggalkan Posisi CEO GOJek, Terima Tawaran Menteri Jokowi

Mahfud MD Akui Diminta Presiden Jokowi Jadi Menteri, Menkopolhukam?

Kenakan Kemeja Putih, CEO GOJek, Nadiem Makarim Datangi Istana Negara, Jadi Menteri Muda Jokowi ?

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Tiga nama calon Menteri asal Riau mencuat jelang pengumuman nama yang rencananya diumumkan Presiden hari ini Senin (21/10/2019) susunan kabinet kerjanya.

Tiga nama ini menjadi jagoan dan usulan dari para relawan Joko Widodo-Maaruf Amin.

Tiga nama itu merupakan nama yang tidak asing lagi dalam tim Joko Widodo-Maaruf Amin, bahkan masuk dalam lingkaran kekuasaan.

Adapun tiga nama ini yakni Raja Juli Antoni yang tidak lain adalah putra asal Kuantan Singingi Riau, saat ini menjabat sebagai Sekjen PSI.

Selanjutnya ada nama politisi PKB Lukman Edi yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, nama Lukman Edi sendiri masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) sebelumnya.

Kemudian ada juga nama Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAM Riau Datuk Syahril Abubakar yang juga masuk dalam kandidat menteri pada kabinet Joko Widodo- Maaruf Amin.

"Ada tiga nama yang mencuat di tingkat pusat untuk wakil Menteri dari Riau, dan ini sejalan dengan usulan relawan Jokowi-Maaruf dari Riau, ada Raja Juli Antoni ada Lukman Edi dan ada Datuk Syahril Abubakar,"ujar relawan Jokowi di Riau Sahrin Nasution kepada tribunpekanbaru.com.

Menurut Sahrin, meskipun demikian pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Presiden untuk menetapkan siapapun nama yang akan membantunya nanti.

"Memang perlu juga ada wakil dari Riau, cuma semuanya tergantung dari pak Presiden yang akan putuskan,"ujarnya.(tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved