Kepulauan Meranti

Dituduh Merampok Inventaris Rumah Dinas di Meranti Riau, Fauzi Hasan Akan Laporkan Syaiful Ikram

Fauzi mengatakan saat ini dirinya sedang mempersiapkan gugatan yang akan dilakukannya terkait persoalan tersebut.

Dituduh Merampok Inventaris Rumah Dinas di Meranti Riau, Fauzi Hasan Akan Laporkan Syaiful Ikram
foto/net
ilustrasi 

"Barang itu sudah diatas 5 tahun, menurut peraturan barang itu bisa dihibahkan atau dimusnahkan," ungkap Irmansyah.

Pinjam pakai juga dikatakan Irmansyah tidak menyalahi aturan mengingat Fauzi Hasan juga masih berstatus sebagai anggota dewan.

"Jadi untuk ketua yang baru nanti akan dianggarkan kembali untuk inventaris di rumah dinas, intinya bila sudah di atas lima tahun dilakukan penghapusan aset. Beda mungkin untuk mobil dinas, bila masih layak dilelang," tutur Irmansyah.

Dirinya mengatakan terlebih dahulu akan menginventarisir aset-aset yang dipinjam pakai tersebut, untuk kemudian diambil keputusan apakah akan dihibahkan ataupun dimusnahkan.

"Nanti kita inventarisir dulu, kita lihat kondisinya bagaimana. Kalau layak pakai bisa dihibahkan," tutur Irmansyah.

Irmansyah juga mengakui bahwa dirinya sudah mendapatkan intruksi dari ketua DPRD itu untuk melaporkan ke pihak kepolisian, namun dirinya akan mempelajari terlebih dahulu terkait kasus ini.

"Kita bagaimana arahan pimpinan, ini sedang lagi dipelajari. Kita minta bantu pendapat beberapa orang tenaga ahli di Sekwan yang berlatar belakang hukum," ujarnya.

Sementara itu, Syaiful Ikram yang dikonfirmasi melalui telpon selularnya menanggapi pelaporan terhadap dirinya, dia mengatakan bahwa pengambilan barang- barang inventaris itu tidak boleh dilakukan, karena sudah ada aturan yang mengatur.

"Semakin dia melapor, semakin dia terjebak dengan hukum, karena barang inventaris itu tidak boleh diambil walaupun itu atas izin bupati. Itu tidak boleh karena sudah ada aturan hukumnya, aset daerah itu bisa dihapus dan dipindahtangkankan setelah melalui proses," kata Syaiful, Senin (21/10/2019).

Terkait pelaporan dirinya, Camat Rangsang Barat itu mengaku tidak takut, bahkan dia menunggu laporan itu dibuat.

"Jika dia mau melaporkan, silahkan laporkan sekarang, saya tantang dan menunggu di Polres. Intinya jangan dia bertahan dengan benang merah, karena semakin bertahan semakin bermasalah nantinya. Kami dari pejuang juga sudah melalukan rapat, kembalikan barang itu ke inventaris, maka berakhirlah semua persoalan," ujar Syaiful. (Tribun Pekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved