Suami Dipenjara, Istri Kalapas Kini Jualan Kecil-Kecilan, dari Nasi Uduk, Yoghurt, Hingga Jahitan

Dian A (49), istri mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen harus berjualan nasi uduk untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Suami Dipenjara, Istri Kalapas Kini Jualan Kecil-Kecilan, dari Nasi Uduk, Yoghurt, Hingga Jahitan
Tribun Medan
Suami Dipenjara, Istri Kalapas Kini Jualan Kecil-Kecilan, dari Nasi Uduk, Yoghurt, Hingga Jahitan 

Ia menjadi barista dan berjualan kopi.

"Jualan kopi, dijualnya ke teman-teman, kerabat saudara. Dititip di saudaranya juga untuk dijual," ujar anak laki-laki berusia sekitar 18 tahun itu.

 Dian tidak mengerti alasan rekening suaminya masih diblokir padahal hakim telah memutuskan.

Ia dan sang suami sudah mengirimkan surat ke KPK agar rekening kembali bisa digunakan.

"Sudah mengajukan surat tapi belum dibalas. Saya tanya-tanya, katanya rekening belum bisa diblokir selama denda yang Rp 400 juta belum dibayar," ujar Dian.

Anak perempuannya, berkerudung, juga enggan disebutkan identitasnya menimpali.

"Mau bayar denda gimana, denda malah lebih besar daripada isi rekeningnya," kata dia.

Wahid Husen divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta pada April 2019.

Namun, KPK kembali menetapkan Wahid Husen sebagai tersangka gratifikasi.

"Kami syok, kaget. Ini ada apalagi. Saya berharap penetapan tersangka kasus baru dipertimbangkan lagi," kata Dian.

Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang jari tangannya diborgol saat menuju pengadilan tipikor.
Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang jari tangannya diborgol saat menuju pengadilan tipikor. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Dijerat Kasus Lain

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved