Berita Riau

Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini 23-29 Oktober 2019 Naik 1,11 Persen

Untuk periode 23-29 Oktober 2019 ini harga TBS Kelapa Sawit kelompok umur 10 - 20 tahun mengalami kenaikan tertinggi

Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini 23-29 Oktober 2019 Naik 1,11 Persen
infosawit.com
Ilustrasi 

Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini 23-29 Oktober 2019 Naik 1,11 Persen

TRIBUNPEKANBARU.COM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau terus mengalami kenaikan disemua kelompok umur.

Untuk periode 23-29 Oktober 2019 ini harga TBS Kelapa Sawit kelompok umur 10 - 20 tahun mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 16,04 per kilogram (Kg).

Kenaikan untuk kelompok umur 10-20 tahun itu kata Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu kepada Tribun, Selasa (22/10) pada penetapan ke 39 bulan Oktober 2019 ini mencapai 1,11 persen dari pekan lalu.

Atas kenaikan itu maka harga TBS kelapa sawit saat ini menjadi Rp 1.464,06 per kilogram.

"Kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Neni.

 Emen, Pelajar Tertinggi di Indonesia Akhirnya Resmi Gabung di PPLP Dispora Riau

Faktor internal kenaikan harga TBS periode ini jelas Neni, disebabkan oleh kenaikan harga jual CPO dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.

"Namun hal ini tidak diikuti oleh kenaikan harga kernel sehingga kenaikan harga TBS menjadi terbatas," ucapnya.

Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 125,00/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 84,49/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 246,36/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 111,32/Kg, dan PT. Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp 31,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 31,82/Kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 102,00/Kg dari harga minggu lalu.

 23 Pelamar Incar Jabatan Dirut Bank Riau Kepri, Ini Nama dan Asal Daerahnya

Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi kenaikan harga TBS periode ini kata Neni adalah dipicu oleh melemahnya ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS), naiknya harga komoditas substitusi CPO yaitu minyak kedelai, dan meningkatnya permintaan dari India terkait adanya festival Diwali di India pada akhir pekan ini.

Selain itu Asosiasi perdagangan minyak nabati India meminta para anggotanya untuk berhenti membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari Malaysia akibat ketegangan antara kedua negara sehingga India mengalihkan pembelian ke Indonesia. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved