Berita Riau

Komisi IV DPRD Bengkalis Riau Sesalkan Realisasi Fisik Dinas Pendidikan 2019 Rendah

Kondisi ini sangat disesalkan Komisi IV DPRD Bengkalis, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan tinggal beberapa bulan lagi.

Komisi IV DPRD Bengkalis Riau Sesalkan Realisasi Fisik Dinas Pendidikan 2019 Rendah
istimewa
Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD dengan Dinas Pendidikan Bengkalis, Senin (21/10/2019) petang. 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Komisi IV DPRD memanggil Dinas Pendidikan Bengkalis untuk rapat dengar pendapat terkait realisasi anggaran dan kegiatan Dinas Pendidikan Bengkalis selama 2019, Senin (21/10/2019) petang.

Hearing dilakukan Komisi IV DPRD Bengkalis menjelang pembahasan RKUA-PPAS 2020.
Hearing dipimpin Ketua Komisi IV, Sofyan didampingi Wakil Ketua Samsu Dalimunthe (Samda), Sekretaris Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, dan sejumlah anggota komisi.

Hadir Kepala Disdik Bengkalis Edi Sakura didampingi sejumlah kepala bidang dan staf.
Sofyan mengatakan, laporan dari Dinas Pendidikan untuk realisasi keuangan di atas 50 persen anggaran dicairkan.

"Meskipun realisasi keuangan sudah di atas 50 persen. Ini berbanding terbalik dengan kegiatan fisik. Sampai saat ini kegiatan fisik sedikit mengkhawatirkan, karena sebagian kegiatan masih ada dalam proses tender," ungkap Sofyan, Selasa (22/10/29019).

Kondisi ini sangat disesalkan Komisi IV DPRD Bengkalis, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan tinggal beberapa bulan lagi.

"Belum banyak kegiatan fisik yang dirasakan. Bahkan hampir pasti nantinya banyak kegiatan fisik tidak bisa dilaksanakan, terutama kegiatan fisik sekolah sekolah yang berbasiskan agama," ungkap Sofyan.

Selain realisasi APBD 2019, Komisi IV juga menyampaikan kepada Disdik Bengkalis untuk tahun 2020 mendatang terkait persoalan guru swasta. Mereka meminta Disdik untuk mengalokasikan anggaran kepada guru honorer swasta yang belum mendapatkan honorer dari pemerintah daerah.

"Kita meminta mereka guru swasta untuk dijadikan guru kontrak dan dibayarkan dengan honor daerah," ungkap Sofyan.

Untuk menaikan status ini sebenarnya sudah dilakukan Dinas Pendidikan Bengkalis. Namun jumlahnya hanya seratus orang, pada tahun depan pihaknya minta dinaikkan dengan jumlah 500 orang diusulkan kembali.

"Namun harus ada kriteria tertentu seperti masa mengajar sudah sekian tahun dan dilakukan psikotes serta uji kelayakan para guru ini terlebih dahulu sebelum diangkat menjadi tenaga kontrak pemerintah daerah," tambahnya.

Komisi IV juga meminta Disdik memperhatikan guru madrasah. Tahun depan, Disdik Bengkalis rencananya akan menganggarkan bantuan kesejahteraan Rp 31 miliar lebih untuk guru madrasah. (Tribunpekanbaru.com/muhammad natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved