Pekanbaru

Maling Gardan Truk Hino di Pekanbaru Dicokok Polisi, Ngakunya Buat Bayar Hutang

Seorang pria pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial BN dicokok Tim Opsnal dari Unit Reskrim Polsek Payung Sekaki.

Maling Gardan Truk Hino di Pekanbaru Dicokok Polisi, Ngakunya Buat Bayar Hutang
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki Ipda M. Apron Tamara (paling kanan) saat memimpin ekspos kasus Curat, Selasa (22/10/2019). 

Maling Gardan Truk Hino di Pekanbaru Dicokok Polisi, Ngakunya Buat Bayar Hutang

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang pria pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial BN dicokok Tim Opsnal dari Unit Reskrim Polsek Payung Sekaki.

BN diketahui nekat mencuri sebuah gardan mobil truk Hino dari bengkel PT Mulia Sentral Perkasa di Jalan Pemuda Ujung.

Dalam aksinya, dia dibantu oleh SC yang tak lain adalah petugas keamanan di bengkel tersebut. SC sendiri sudah ditetapkan masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Ipda M. Aprino Tamara menjelaskan, peristiwa pencurian terjadi pada 10 Oktober 2019 lalu.

 Pendaftaran Calon Kades di Kampar Riau Sudah Dibuka, Ini Syarat-syaratnya

 Warga Dumai Siap-Siap, Mulai Besok Ops Zebra 2019 Dimulai, 7 Pelanggaran Ini Jadi Prioritas

Dia memaparkan, aksi pencurian ini dilatarbelakangi oleh desakan BN terhadap SC. Dimana, SC punya hutang sebesar Rp2 juta kepada BN dan tak kunjung dibayarkan.

"Akhirnya karena didesak, SC ini mempersilahkan BN untuk mengambil gardan tersebut. Dia mengatakan setelah dijual, hasilnya juga bisa dibagi dua," kata Aprino, Selasa (22/10/2019).

Alhasil, keduanya pun sepakat untuk mencuri gardan tersebut pada dini hari. Gardan tersebut didorong sampai ke mobil pick up rental, kemudian diangkut dan dibawa kabur.

Pengakuan pelaku BN, barang itu awalnya dibawa ke dekat bundaran Jalan Riau Ujung.

 STORY - Melihat Dekat Anak-Anak Penderita Kanker di Rumah Singgah YKAKI Riau, Semangat Ingin Sembuh

 STORY - Kapal Karam Ibarat Durian Runtuh Bagi Warga di Sungai Apit Riau

Barulah pada siang harinya, mereka bertemu dengan AJ, yang membantu untuk menjualkan barang hasil curian itu.

"Si AJ ini dia memang penadah barang bekas. Barang ini kemudian dijual ke orang lain dengan harga sesuai pasaran dan menggunakan faktur," bebernya.

Aprino menambahkan, tersangka BN dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sedangkan tersangka SC, dijerat pasal 480 KUHP, ancaman hukuman 5 tahun penjara.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved