Pelalawan

Pengolahan Limbah RSUD Selasih Dinilai Buruk Saat Sidak DPRD Pelalawan, Ini Jawaban Direkturnya

Sidak Komisi II DPRD Pelalawan Riau ke pengolahan limbah milik RSUD Selasih Pangkalan Kerinci menemukan beberapa persoalan.

Pengolahan Limbah RSUD Selasih Dinilai Buruk Saat Sidak DPRD Pelalawan, Ini Jawaban Direkturnya
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci dr Zul Anwar 

Pengolahan Limbah RSUD Selasih Dinilai Buruk Saat Sidak DPRD Pelalawan, Ini Jawaban Direkturnya

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan Riau ke pengolahan limbah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci, Selasa (22/10/2019), menemukan beberapa persoalan.

Mulai dari pengolahan sampah medis seperti bekas perban, jarum sunti, infus, sarung tangan, hingga masker yang diletakan begitu saja di luar ruangan penyimpanan.

Kemudian penanganan limbah cair yang sembrono mulai dari pipa bocor hingga air limbah meluber ke tanah serta mesin pompa yang rusak hingga wadah penampungan yang tak lagi memadai.

Menanggapi hasil Sidak itu, Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci dr Zul Anwar memberikan klarifikasi atas temuan di lapangan oleh rombongan Komisi II DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengejar peningkatan akreditasi rumah sakit sehingga melakukan pembenahan disegala bidang termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Sebenarnya sampah medis yang berada di luar ruangan penyimpanan itu hendak diangkat oleh transpoter dari kontraktor limbah medis. Makanya diletakan di luar. Sekarang semua sudah diangkat dan bersih," terang Zul Anwar.

 Kuota CPNS 2019 untuk Pelalawan Riau Sebanyak 111, Tak Ada Formasi Tenaga Pendidikan, Ini Rinciannya

 23 Pelamar Incar Jabatan Dirut Bank Riau Kepri, Ini Nama dan Asal Daerahnya

RSUD Selasih bekerjasama dengan perusahaan swasta dalam memusnahkan sampah medis untuk dibakar di daerah Pulau Jawa.

Angkutan penjemputan datang satu kali dalam tiga bulan setelah limbah padat kesehatan itu terkumpul dengan prosedur dari KLHK.

Terkait IPAL, Zul Anwar mengakui jika terjadi kebocoran dan akan diperbaiki agar tidak tergenang. Kemudian mengganti pompa pendorong limbah ke sungai yang saat ini memang rusak. Disamping itu memperbaiki wadah penampungan air limbah dari seluruh ruangan untuk dikelola sebelum disalurkan ke sungai.

Pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Diskes) sebenarnya telah mengusulkan pembangunan IPAL yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun tak dapat dilaksanakan karena gagal lelang saat proses tender hingga anggarannya kembali ke pemerintah pusat.

 Emen, Pelajar Tertinggi di Indonesia Akhirnya Resmi Gabung di PPLP Dispora Riau

 FOTO: Anak WNA di Pekanbaru Berstatus Pengungsi Ikuti Ujian di SDN

"IPAL yang ada sekarang itu sudah hampir 15 tahun dan tidak sesuai lagi dengan kapasitas rumah sakit kita sekarang. Kami menyadari itu makanya diusulkan pembangunan IPAL tapi tak jadi. Tahun depan diupayakan lagi," tambahnya.

Manajemen RSUD Selasih pada dasarnya ingin memperbaiki mutu dan pelayanan kesehatan sebagai syarat peningkatan akreditasi. Pihaknya membutuhkan kritik yang membangun dalam kemajuan rumah sakit milik Pemda itu, termasuk dukungan dari DPRD dalam penganggaran serta pengawasan. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved