Breaking News:

Riau Guide

WISATA Alam di Riau, Bandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh, 20 Tahun Hidup Bersama Bakau

Wisata alam di Riau sangat banyak, satu di antranya Bandar Bakau yang berhasil mengungkap kisah Darwis M Saleh yang sudah 20 tahun hidup bersama bakau

Penulis: Syahrul | Editor: Nolpitos Hendri
TribunPekanbaru/Fernando
WISATA Alam di Riau, Bandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh, 20 Tahun Hidup Bersama Bakau. Pemandangan di Bandar Bakau, Kota Dumai. 

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

Baca: Tiang Listrik Patah, Listrik di Selatpanjang Padam, Hujan Deras di Pekanbaru Listrik Padam Dua Kali

Baca: Pilkada Riau 2020 dalam Pilkada Serentak 2020, Hamulian Daftar ke Demokrat untuk Pilkada Rohul 2020

Baca: Beli Sabu-sabu di Pekanbaru Krisman Ditangkap di Jalan Lintas Timur, Pemkab Siak Sosialisasi Narkoba

Pemilihan nama Bandar Bakau itu, kata Pak Wis, adalah mengambil ide dari penamaan Bandar Serai di Kota Pekanbaru.

Sebagaimana lazimnya orang Melayu, Bandar adalah pusat segala aktifitas dan transaksi dilakukan.

Bandar juga identik dengan keramaian dan keriuhan massa.

"Kalau di Pekanbaru ada Bandar Serai, kenapa Dumai tak punya? Saya buatlah namanya pada 2010 Bandar Bakau dan nama itu pula yang dipakai sampai sekarang untuk menyebut kawasan ini," jelasnya.

Bukan tanpa alasan Pak Wis mempertahankan kawasan Bandar Bakau masih eksis hingga sekarang.

Menurut dia, ada cerita legenda yang sangat mengena dengan masyarakat Melayu yang ia yakin merupakan bagian dari Bandar Bakau.

Cerita tersebut adalah legenda Putri Tujuh, sebuah cerita legenda yang sangat akrab dengan masyarakat Melayu Riau pada umumnya dan Kota Dumai pada khususnya.

"Jadi, pada legenda Putri Tujuh itu diceritakan, bahwa buah bakau merupakan senjata yang mengalahkan bala tentara kerajaan Empang Kuala yang mau memboyong Putri Tujuh ini. Saya pribadi yakin, bahwa buah bakau yang dimaksud dalam legenda tersebut kemudian tumbuh menjadi hutan bakau yang saya diami dan saya beri nama Bandar Bakau sekarang ini karena memang tumbuhnya sangat alami dan sudah ada sejak saya lahir hingga menetap disini sekarang," tutur Pak Wis.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

Baca: RINCIAN Formasi CPNS 2019 di Pemkab Kuansing dalam Seleksi CPNS 2019 di Riau, Tersedia 260 Formasi

Baca: VIRAL Selebgram Cantik Ini Rela Dimadu, Bahkan Ucapkan Terima Kasih kepada Istri Lain Suaminya

Baca: Wisata Laut di Riau, Nikmati Semilir Angin Pantai Koneng, Indahnya Bersama Keluarga di Akhir Pekan

Baca: PRABOWO Jadi Menhan? Pengamat: Gerindra Harus Jelaskan kepada Warga Riau Alasan Prabowo Bergabung

Keberadaan Pak Wis di dalam Bandar Bakau sejak awal tentunya membangun banyak polemik bagi masyarakat Kota Dumai.

Lelaki yang pernah menolak Anugerah Kalpataru 2005 lantaran menolak membuat profil sendiri itu mengatakan, pilihannya memperjuangkan Bandar Bakau memberinya panggilan baru yakni, Orang Gila.

"Ya. Saya tak keberatan disebut Orang Gila. Keluarga saya juga tidak. Bahkan, bagaimana keluarga saya menerima apa yang saya kerjakan sekarang, menjadi semangat saya dalam memperjuangkan Bandar Bakau dan membangunnya hingga sekarang," jelas Pak Wis.

Disisi lain, lelaki yang masa mudanya pernah menjadi pemain teater dan berkesenian ini mengaku, sebagian seniman sudah lebih dulu memanggilnya Sen-Sen, sebuah singkatan dari Seniman Senewen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved