Breaking News:

Riau Guide

WISATA Alam di Riau, Bandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh, 20 Tahun Hidup Bersama Bakau

Wisata alam di Riau sangat banyak, satu di antranya Bandar Bakau yang berhasil mengungkap kisah Darwis M Saleh yang sudah 20 tahun hidup bersama bakau

Penulis: Syahrul | Editor: Nolpitos Hendri
TribunPekanbaru/Fernando
WISATA Alam di Riau, Bandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh, 20 Tahun Hidup Bersama Bakau. Pemandangan di Bandar Bakau, Kota Dumai. 

Usaha Pak Wis dalam menjaga kelestarian Bandar Bakau pun mendapat apresiasi dari negara.

Tak tanggung, sejumlah penghargaan sudah ia bukukan. Diantaranya, Anugerah Adi Bhakti Mina Bahari 2009 dari Menteri Kelautan, Kader Konservasi Nasional dari Menhut pada 2010, penghargaan Setia Lestari Bumi dari Gubri pada 2010.

"Gara-gara penghargaan tersebut, Pemko Dumai yang sebelumnya acuh tak acuh dengan Bandar Bakau pun memberikan saya penghargaan Penyelamat Pesisir dari Walikota Dumai Kategori Masyarakat pada 2009. Walaupun sebenarnya, penghargaan itu diberikan tidak sesuai tahunnya. Tapi tetap saya apresiasi, paling tidak keberadaan saya dan Bandar Bakau diakui," sebutnya sambil tertawa.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

Baca: PEMUTIHAN Denda Pajak Ranmor di Riau, Rp 10.17 Miliar Pajak Diterima, Rp 3.5 Miliar Denda Dihapuskan

Baca: POLEMIK Pembentukan AKD di DPRD Riau Berakhir, Tiga Partai Pendukung PRABOWO Akhirnya Masuk Komisi

Baca: Dua Pegawai Bank di Riau Diperiksa Jaksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Rp 7.2 Miliar

Bersama penghargaan itu pula Pak Wis terus menjaga eksistensinya dari pihak-pihak yang tak senang keberadaannya disana.

Pak Wis mengaku, berbagai kesulitan tersebur akhirnya satu persatu selesai dengan sendirinya.

Termasuk masalah pendanaan yang walau diakuinya masih sangat terbatas, tapi sudah ada jalan keluar.

"Salah satu usaha saya menggalang dana saat ini ada dua. Pertama, dengan melakukan pembibitan batang Bakau yang ternyata saat ini sudah bisa dijual dan yang kedua, dengan uang tiket masuk ke Bandar Bakau," paparnya.

Untuk bisa masuk ke Bandar Bakau dikenakan biaya Rp. 10 ribu per kepala.

Uang tersebut, kata Pak Wis, ia gunakan untuk keperluan operasional di Bandar Bakau sehari-hari.

Mulai dari perbaikan dan perawatan segala bangunan di Bandar Bakau yang didominasi oleh kayu.

"Saya berharap, biarlah Bandar Bakau ini tetap ada supaya bisa menjadi jati diri Kota Dumai hari ini dan seterusnya," pungkasnya.

WISATA Alam di Riau

Bandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh

20 Tahun Hidup Bersama Bakau

Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan - WISATA Alam di RiauBandar Bakau Mengungkap KISAH Darwis M Saleh, 20 Tahun Hidup Bersama Bakau

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved