Jokowi Gabungkan Ekonomi Kreatif dengan Pariwisata, Anang: Ada Penyimpangan

Anang Hermansyah mempertanyakan peleburan kembali sektor ekonomi kreatif dan pariwisata dalam satu kementerian.

Jokowi Gabungkan Ekonomi Kreatif dengan Pariwisata, Anang: Ada Penyimpangan
KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016). 

Jokowi Gabungkan Ekonomi Kreatif dengan Pariwisata, Anang: Ada Penyimpangan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebelum Presiden Jokowi mengumumkan kabinetnya yang baru, kabar penggabungan Badan Ekonomi Kreatif dengan Kementerian Pariwisata sudah bergaung dan mengundang tanda tanya dari berbagai pihak.

Salah satunya musisi dan politikus Anang Hermansyah.

Mantan anggota Komisi X DPR RI periode 2014-2019 itu mempertanyakan peleburan kembali sektor ekonomi kreatif dan pariwisata dalam satu kementerian.

"Saya terus terang kaget dengan rencana penggabungan dua sektor ini. Ada anomali (penyimpangan) yang terjadi dari rencana ini," ujar Anang dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Benar saja, saat pengumuman nama-nama menteri hari ini, Jokowi menyebut nama Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jokowi Tak Lagi Larang Menteri Rangkap Jabatan di Parpol, 3 Ketum Parpol di Kabinet Indonesia Maju

Inilah 10 Destinasi Bali Baru yang Jadi Tugas Menteri Pariwisata Wishnutama dari Presiden Jokowi

Lagu Nella Kharisma Full Album, Download MP3 Kumpulan Lagu Dangdut Koplo, Ada 23 Lagu (Video)

Sementara lewat akun Instagram-nya, Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif yang sebelumnya dipimpin Triawan Munaf, ayah Sherima Munaf, mengucap pamit.

Terkait itu, Anang berpendapat menjadi aneh ketika Undang Undang Ekonomi Kreatif baru lahir, namun kemudian lembaganya disatukan lagi dengan pariwisata.

Sementara, lanjutnya, dalam ketentuan pada Pasal 30 Ayat (1) UU Ekraf terdapat atribusi yang diberikan kepada presiden untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kelembagaan Ekonomi Kreatif, apakah bentuknya kementerian atau lembaga.

"Bagaimana menjalankan amanat UU itu, jika nomenklatur Ekraf digabung dengan pariwisata," kata Anang menyampaikan kritiknya.

TV Online Liga Champions Inter vs Dortmund Dinihari Nanti:Tonton di Sini (VIDEO LINK LIVE STREAMING)

Video: Link Live Streaming Persela vs Persebaya, Pantau Hasilnya di Sini

Ramalan Zodiak Besok Kamis 24 Oktober 2019, GEMINI Dilanda Bosan, Libra Bahagia Ada Kabar Baik

Anang menilai penggabungan Ekraf dan pariwisata isa berpotensi membuat dua sektor tersebut menjadi tidak fokus.

Sebab, menurut dia, kinerja Bekraf dalam lima tahun terakhir mengalami kemajuan pesat dibanding sebelumnya.

"Produk Domestik Bruto (PDB) Ekraf tahun 2014 itu hanya Rp 784,2 triliun saat masih digabung dengan pariwisata. Nah, tahun 2019 ini bisa tembus Rp 1.200 triliun," kata Anang.

"Risikonya, salah satu sektor akan menjadi anak tiri. Itu terjadi di periode 2009-2014," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anang Anggap Penggabungan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata sebagai Penyimpangan"

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved