Tahun Ini Ada 2.823 Titik Api di Seluruh Inhil, Menyebar di Seluruh Kecamatan

Karhutla tahun 2019 di Inhil dianggap yang terbesar dan terluas dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini hampir seluruh kecamatan punya titik api.

Tahun Ini Ada 2.823 Titik Api di Seluruh Inhil, Menyebar di Seluruh Kecamatan
tribun pekanbaru
Rapat koordinasi Pemkab Inhil bersama Forkopimda membahas antisipasi karhutla dan isu-isu aktual lainya di Kantor Bupati Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) membahas langkah untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Inhil, HM Wardan menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi untuk menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan karhutla, dengan membuat program-program. Pemkab Inhil akan memanfaatkan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di setiap desa, untuk membantu pencegahan dan penanganan karhutla ini.

“Silahkan alokasikan sebagian dana untuk membuat posko karhutla, dan menyicil membeli peralatan pemadaman agar karhutla ini betul-betul bisa teratasi dengan langkah-langkah antisipasi dari sekarang. Seperti pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan,” ujar Wardan saat memimpin rapat koordinasi Pemkab Inhil bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam rangka mengatasi karhutla dan isu-isu aktual lain di Kantor Bupati Inhil, belum lama ini.

Menurut Wardan, karhutla di Riau menjadi permasalahan terbesar, bahkan tahun ini Riau merupakan rekor titik api. “Riau jadi terkenal sebagai daerah pengekspor kabut asap. Mulai Januari hingga saat ini karhutla terus terjadi di Riau, khususnya di Inhil," katanya.

Kepala BPBD Inhil, Yuspik menjelaskan, karhutla di tahun ini memang paling banyak dan paling luas di banding tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah titik api tahun ini 2.823 titik api.

“Sebelumnya hanya 10 kecamatan yang diwaspadai karhutla, tahun ini hampir seluruh kecamatan di Inhil terjadi karhutla. Sehingga pada 21 Februari, Gubernur menetapkan siaga darurat asap sampai 31 Oktober sekarang," ungkapnya.

Dikatakan, kendala di lapangan dalam mengatasi karhutla antara lain masih tingginya kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Kemudian minimnya persedian air, hingga TNI, Polri dan BPBD harus mengerahkan alat berat untuk menyekat api, serta selang air yang ada tidak memadai. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved