Pekanbaru

Tarik Pajak dari Pengunjung, Oknum Pengelola Restoran di Pekanbaru Malah Enggan Setorkan Pajaknya

Petugas menemukan pada bukti transaksi ada pajak restoran dibayar oleh pengunjung.

Tarik Pajak dari Pengunjung, Oknum Pengelola Restoran di Pekanbaru Malah Enggan Setorkan Pajaknya
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru memasang spanduk peringatan, Selasa (22/10/2019) malam di Massa Kok Tong, Jalan Arifin Achmad. Petugas memasangnya karena pengelola juga belum membayarkan pajak restoran. 

Mereka bisa saja terancam hukuman pidana kurungan sesuai Pasal 232 Ayat 1 KUHP. Ada juga sanksi berupa denda. Besarannya bisa empat kali lipat dari pokok pajak yang mesti dibayar.

"Misalnya dia seharusnya bayar Rp 50 juta. Jadi nanti dia harus bayar Rp 200 juta. Sanksinya berat," tegasnya.

Mantan Camat Rumbai menyebut bahwa wajib pajak ini wajib pungut, wajib lapor dan wajib setor. Faktanya ada yang memungut, tapi tidak lapor dan tidak menyetorkannya ke pemerintah kota.

Mereka mestinya menyetorkan pajak ini.

Pasalnya pengelola sudah memungut sekitar 10 persen dari harga produknya.

"Ini jadi satu bahaya bagi pendapatan daerah. Ini jadi potensial loss kita," jelasnya.

 Cerita Blak-blakan Mantan Kru Pesawat Soal Cinta Lokasi Pramugari dan Pilot di Pesawat

Kondisi ini membuat pendapatan pajak restoran tidak optimal. Ami menilai saat ini pendapatan pajak daerah belum dibayarkan wajib pajak.

"Saat ini baru sekitar satu pertiga atau seperempat," paparnya.

Pajak restoran yang tercatat dari Januari hingga 21 Oktober 2019 mencapai Rp 96, 4 miliar. Sedangkan pendapat dari pajak daerah hingga periode itu mencapai Rp 507,6 miliar. (Tribunpekanbaru.com/Fermando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved