Kepulauan Meranti

STORY - Mandi Safar di Tasik Nambus Meranti Riau Dipercaya Menyicukan Diri dan Menolak Bala

Tidak hanya warga Kepulauan Meranti, warga luar daerah juga kerap datang ke sana untuk melakukan ritual tersebut.

STORY - Mandi Safar di Tasik Nambus Meranti Riau Dipercaya Menyicukan Diri dan Menolak Bala
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Festival Mandi Safar di Riau, Tasik Nambus Didatangi Ribuan Warga, Panitia Sediakan 4000 Kue Apam 

STORY - Mandi Safar di Tasik Nambus Meranti Riau Dipercaya Menyicukan Diri dan Menolak Bala

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Setiap tahun pada hari Rabu minggu ke tiga bulan Safar (bulan islam) masyarakat berbondong bondong datang ke Tasik Nambus di Desa Darul Takjim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Kehadiran mereka untuk hadir melakukan ritual tahunan Mandi Safar di sana. Tidak hanya warga Kepulauan Meranti, warga luar daerah juga kerap datang ke sana untuk melakukan ritual tersebut.

Ali seorang warga Selatpanjang yang hadir di sana mengaku kerap hadir setiap tahunnya untuk mengikuti manusia safar.

"Ini menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut bulan Safar," ungkapnya.

Dirinya meyakini tradisi mandi Safar dilakukan untuk menyucikan diri dan menolak bala.

"Tradisi ini sudah dilakukan sejak Tasik ini, kita percaya dengan mandi safar dapat menyucikan diri kita dan menolak kesialan," ungkap Ali.

Selain melakukan mandi safar, warga juga menggunakan kesempatan tersebut untuk mengambil bunga Bakung yang tengah mekar saat itu.

 Mengenal Sat-81 Pasukan Siluman Kopassus yang Misterius, Duet Maut Prabowo Subianto dan Luhut Binsar

Masyarakat tidak hanya menikmati mandi Safar tapi juga keindahan Tasik yang dikelilingi dengan bunga Bakung.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved