Pelalawan

Tilap Dana Desa Bersama Kades, Bendahara Desa Sungai Solok Riau Ditahan Polres Pelalawan

Satuan Reserse Kriminal (Reksrim) Polres Pelalawan Riau menahan seorang wanita dalam kasus Tindak Pindana Korupsi

Tilap Dana Desa Bersama Kades, Bendahara Desa Sungai Solok Riau Ditahan Polres Pelalawan
Polres Pelalawan
Mantan Bendahara Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, Nurweli, ditahan penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan pada Jumat (25/10/2019) lalu. Nurweli ditetapkan sebagai tersangka korupai Dana Desa dengan kerugian Rp 1,4 Miliar bersama mantan Kepala Desa (Kades). 

Tilap Dana Desa Bersama Kades, Bendahara Desa Sungai Solok Riau Ditahan Polres Pelalawan 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Satuan Reserse Kriminal (Reksrim) Polres Pelalawan Riau menahan seorang wanita dalam kasus Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) yang sedang ditangani pada Jumat (25/10/2019) pekan lalu.

Perempuan itu berinisial NRS alias Nurweli merupakan tersangka dalam kasus dugaan Tipikor Dana Desa (DD) Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan tahun 2017-2018. Nurweli menjabat sebagai Bendaha Desa sepanjang periode tersebut.

Awalnya penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Nurweli sehubungan perannya dalam dugaan perkara korupsi penyalahgunaan dana APBDes Sungai Solok Tahun Anggaran (TA) 2017 dan 2018. Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik Tipikor memutuskan langsung menjebloskan wanita itu ke sel tahanan.

"Kita menahan tersangka untuk mempermudah proses penyidikan yang sedang berlangsung. Disamping itu kita kuatir ia melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, sebagaimana dalam aturan," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasym Risahondua melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (27/10/2019).

 Simpan Daun Ganja di Saku Celana, Seorang Pria di Meranti Riau Diamankan Polisi

 Formasi CPNS Lebih, BKPP Kuansing Riau: Kalau Ada Bilang Bisa Bantu Lulus Jangan Percaya

Kasat Teddy menerangkan, dalam kasus rasuah ini kerugian keuangan negara yang timbul sebesar Rp.1.440.752.698,21,- selama dua tahun anggaran. Penyidik memperoleh fakta dan bukti yang kuat bahwa tersangka Nurweli terlibat atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi tersebut.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi DD ini. Nurweli merupakan tersangka kedua dalam perkara, setelah polisi menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Abdul Harris (AH) sebagai tersangka. Dua bulan lalu penyidik Tipikor telah menahan AH dengan alasan yang sama.

"Penahanan tersangka Nurweli berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP.Han / 66 / X / 2019 / Reskrim, tanggal 25 Oktober 2019. Jadi sudah dua tersangka yang kita tahan dalam kasus ini, mantan Kades dan bendaharnya," tambah Teddy.

 Nissa Sabyan Diagendakan Meriahkan Pembukaan MTQ Riau di Kampar

 Dituduh Mencemarkan Nama Baik, Seorang Wanita Bahayangkari di Meranti Riau Dilaporkan ke Polisi

Polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved