Latih Siswa Sampaikan Pendapat, BBR Gelar Lomba Debat Berbahasa Indonesia

Balai Bahasa Riau menggelar lomba debat berbahasa Indonesia yang diikuti siswa SMA sederajat se-Provinsi Riau.

Latih Siswa Sampaikan Pendapat, BBR Gelar Lomba Debat Berbahasa Indonesia
foto/istimewa
Peserta Lomba Debat Berbahasa Indonesia foto bersama di Hotel Ayola, Pekanbaru, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Bahasa Riau menggelar lomba debat berbahasa Indonesia yang diikuti siswa SMA sederajat se-Provinsi Riau.

Kegiatan dengan tema kukuhkan jati diri bangsa melalui bahasa dan sastra, berlangsung di Hotel Ayola, Pekanbaru, Senin (28/10/2019).

Terdapat 16 tim yang menjadi peserta lomba debat. Sementara peserta lomba sastra ditargetkan sebanyak 80 orang.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Songgo A Siruah mengatakan, terdapat sejumlah kegiatan yang digelar bersempena peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019.

Selain lomba debat berbahasa Indonesia juga digelar lomba dendang syair. Kedua lomba itu disebut kegiatan zonasi apresiasi bahasa dan sastra.

“Satu poin dari Sumpah Pemuda adalah menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Keterampilan berbahasa harus dikembangkan di sekolah. Karena bahasa dan sastra membentuk karakter bangsa,” ujar Songgo.

Dia mengatakan, sekolah sangat penting dalam membina dan membentuk karakter. Terutama peran guru Bahasa Indonesia yang hendaknya dapat menjadi ‘kamus berjalan’ Bahasa Indonesia.

“Lomba debat berbahasa dan lomba sastra ini juga satu bentuk pembinaan. Selain literasi Balai Bahasa juga akan terus memartabatkan Bahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI),” sebut Songgo.

Rektor Unilak Dr Junaidi MHum yang diminta membuka kegiatan itu mengatakan, debat bahasa Indonesia merupakan satu upaya melatih kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat.

“Debat bukan sekadar ngotot mempertahankan argumen, namun melatih kemampuan siswa berbicara depan umum,” ujar Dr Junaidi yang juga juri lomba tersebut.

Peserta kegiatan sebanyak 16 tim. Berasal dari SMA sederajat di Provinsi Riau. Lomba berlangsung selama satu hari.

Tim juri Rektor Unilak Dr Junaidi MHum, Ahmad Nawawi MA dari Balai Bahasa Riau dan Tengku Nofia Yahya dari kalangan praktisi.

Sementara lomba dendang syair ditargetkan diikuti sebanyak 80 peserta. Berlangsung di tempat yang sama pada Selasa (29/10/2019).

Juri lomba dendang syair, Nelly Alie, seniman syair Riau, M Kamarud dari kalangan praktisi dan Irfan Efendi dari Balai Bahasa Riau. (*)

Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved