Mimbar Antik Peninggalan Ulama Besar Inhil Tuan Guru Sapat Masih Tampak Megah di Bangka

Ulama besar Inhil, Syekh Abdurrahman Sidiq atau biasa dikenal dengan Tuan Guru Sapat, dikenal sering berkeliling Nusantara untuk syiar Islam.

Mimbar Antik Peninggalan Ulama Besar Inhil Tuan Guru Sapat Masih Tampak Megah di Bangka
tribun pekanbaru
Bupati Inhil, HM Wardan, menunjukkan mimbar berbahan kayu ulin karya Syekh Abdurrahman Sidiq yang dipajang di Masjid Rahmatuddin, Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Babel.

tribunpekanbaru.com - Siapa yang tidak kenal dengan ulama besar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Syekh Abdurrahman Sidiq, yang merupakan Mufti Kerajaan Indragiri.

Ulama yang wafat dan dimakamkan di Desa Hidayah, Sapat, Kecamatan Kuindra ini, terkenal dengan karya–karyanya yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satu di antara yang terkenal adalah syair 'Ibarat kabar kiamat.'

Sebelum menetap dan wafat di Sapat, Kecamatan Kuindra, Inhil, ulama yang juga disebut Tuan Guru Sapat ini telah melanglang buana ke berbagai daerah untuk berdakwah dan mensyiarkan agama Islam.

Namun tidak hanya mahir dalam berdakwah dan membuat syair, Tuan Guru Sapat ternyata juga melahirkan karya seni yang artistik.

Tuan Guru Sapat telah menghasilkan karya berupa mimbar antik yang saat ini di pajang di Masjid Rahmatuddin, Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Mimbar berbahan kayu ulin ini dibawa langsung oleh Tuan Guru Sapat dari Kalimantan Selatan, saat masih dalam masa penjajahan kolonial Belanda atau sekitar tahun 1935.

Dalam sejarah tercatat bagaimana kegigihan Tuan Guru dalam upaya untuk membawa mimbar ini, hingga dia harus meminta izin kepada penguasa pada masa tersebut. Hingga akhirnya mendapat izin tertulis dari Balanda, sehingga mimbar ini sampai dengan selamat di Pulau Bangka.

Bupati Inhil, HM Wardan, berkesempatan melihat mimbar buah karya Tuan Guru Sapat di sela kunjungannya saat menghadiri Porsadin Nasional ke-IV di Bangka Belitung (Babel) beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Inhil didampingi Kabag Kesra Setda Inhil HM Arifin, Ketua PCNU Inhil H Abd Hamid yang juga cucu almarhum Syekh Abdurrahman Siddiq, Ketua Baznas Inhil HM Yunus Hasby, dan rombongan lainnya.

Bupati Wardan mengaku sangat senang berkesempatan melihat langsung situs–situs sejarah penuh makna tersebut, sekaligus bersilaturahmi dengan tokoh dan ulama setempat, sehingga banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved