Breaking News:

Pekanbaru

Selain Ditilang, Para Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Juga 'Diceramahi' Ustaz

Tak hanya itu, mereka juga diperlihatkan tayangan video tentang fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Ada hal berbeda yang dilakukan oleh petugas dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru dalam pelaksanaan Operasi Zebra Muara Takus pada Senin (28/10/2019). 

Selain Ditilang, Para Pelanggar Lalu Lintas di Pekanbaru Juga 'Diceramahi' Ustaz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada hal berbeda yang dilakukan oleh petugas dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru dalam pelaksanaan Operasi Zebra Muara Takus pada Senin (28/10/2019).

Selain menindak para pelanggar lalu lintas dengan memberikan sanksi tilang, petugas juga menghadirkan tokoh agama, yaitu seorang ustadz dan juga pendeta.

Para pelanggar ini pun diberikan pencerahan lewat ceramah agama singkat yang diberikan Ustaz dan juga Pendeta tersebut, tentang pentingnya menaati tata tertib yang berlaku.

Menpan RB Resmi Umumkan Penerimaan CPNS Hari Ini, Bagaimana Riau? Ini Penjelasan BKN dan BKD

Tak hanya itu, mereka juga diperlihatkan tayangan video tentang fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Pendekatan dengan metode seperti ini memang sengaja dilakukan oleh petugas dari Satlantas Polresta Pekanbaru.

Tujuannya adalah agar dapat lebih menyentuh hati pengendara nakal ini. Supaya ke depan mereka bisa lebih patuh aturan, dan sadar akan pentingnya menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.

Dari pantauan Tribun di lokasi razia di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya depan Kantor Bank Indonesia (BI), puluhan pelanggar terjaring dalam operasi ini.

Mereka didominasi oleh pengendara roda dua. Jenis pelanggaran pun beragam.

Dua Pembawa 60 Paket Ganja Ditangkap Polda Riau, Mobil Pelaku Dimodif Seperti Mini Bar

Mulai dari tidak memakai helm, sepeda motor trondol, tidak memakai kaca spion, plat nomor kendaraan tak standar, tidak membawa SIM dan STNK, pengemudi becak motor modifikasi, penggunaan lampu strobo, menggunakan stiker kepolisian dan lain-lain.

Tak sedikit pula pengendara yang terjaring ini berstatus pelajar dan dibawah umur. Bahkan saat ditangkap, mereka masih mengenakan seragam sekolah.

Ada pelanggar yang sampai menangis karena ditindak. Beberapa diantara mereka, khususnya anak sekolahan, dihukum membacakan teks Sumpah Pemuda.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Emil Eka Putra mengatakan, sistem razia kali ini memang sengaja dilakukan dengan cara berbeda.

"Pertama kali mengajak pelanggar untuk menonton video tentang kecelakaan. Sengaja kami pilih video yang fatalitas terburuk. Harapannya supaya mereka sadar dan tidak lagi melanggar aturan berlalu lintas," paparnya.

Selanjutnya dikatakan Emil, para pelanggar juga diberi ceramah agama yang berkaitan dengan ketertiban.

"Kita ingin mereka lebih tersentuh. Setelah kami evaluasi, penegakan hukum sering dilaksanakan, termasuk sosialisasi dan himbauan. Tapi tetap pelanggaran masih ada. Sehingga kita lakukan dengan metode yang kali ini," ucapnya.

Lebih jauh diungkapkan Emil, dengan cara ini diharapkan akan bisa lebih menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

 Hari Sumpah Pemuda, Kumpulan Quotes dari Bung Karno, Pas Dibagi Lewat Media Sosial

Emil membeberkan, dalam Operasi Zebra Muara Takus 2019 yang sudah memasuki hari keenam ini, jenis pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm dan melawan arus.

Sementara itu, salah seorang Ustaz bernama Syamsurizal yang dihadirkan Satlantas Polresta Pekanbaru dalam kegiatan ini menuturkan, pada dasarnya agama Islam mengajarkan agar bisa taat aturan dan tata tertib.

"Menjaga keselamatan diri sangat penting, tentunya dengan menaati aturan yang sudah berlaku. Ini juga yang diajarkan oleh Islam," paparnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved