Di UIR, Tak Ada Ampun Bagi Mahasiswa yang Terlibat Narkoba

Universitas Islam Riau (UIR) menggelar diskusi bertajuk, Generasi Milenial Tanpa Narkoba, Senin (29/10/2019)

Di UIR, Tak Ada Ampun Bagi Mahasiswa yang Terlibat Narkoba
Foto/Istimewa
Universitas Islam Riau (UIR) menggelar diskusi bertajuk, Generasi Milenial Tanpa Narkoba, Senin (29/10/2019). Diskusi itu ditaja bekerjasama dengan GM Fest. 

Pandangan serupa disampaikan Kasmanto Rinaldi.

Berbicara banyak kasus tentang narkoba baik di luar maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, Krimimolog ini menyatakan bahwa narkoba tidak mungkin bisa habis.

“Kita cuma dapat memperkecil ruang geraknya supaya korban tidak terus bertambah. Sistem hukum dan aparat penegak hukum, tidak terlalu berdaya bila berhadapan dengan narkoba. Jaringannya tidak semata luas tetapi juga kuat,” paparnya.

'Ketika peredaran obat-obat terlarang itu ditertibkan beragam reaksi negatif akan muncul dari kelompok-kelompoknya. Tak sedikit pula yang memberontak. Sementara law enforcement kita tidak cukup kuat menghadapi fenomena-fenomena ini.

Sependapat dengan Anang, menurut Wakil Dekan III Fisipol ini, mereka yang terlibat narkoba tidak mutlak dikirim ke penjara tetapi harus direhabilitasi.

Penjara dan rehabilitas merupakan dua hal yang berbeda.

''Saya tak sependapat pabila pengguna narkoba dikirim ke penjara. Ini bukan penyelesaian masalah, malah membuat masalah baru. Di dalam penjara mereka akan bertemu dengan para pemain. Lalu diimingi-imingi dengan rupiah. Penyakitnya kambuh lagi. Malah lebih parah,'' katanya. (*)

Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved