Berita Riau

Ancaman Penjara 3 Tahun, Denda Rp 300 Juta, Dinas PP Siak Riau Anjurkan Tak Potong Sapi Betina

Pemotongan sapi betina bisa dikenai pidana,kurungan minimal 1 tahun maksimal 3 tahun dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp300 juta

Ancaman Penjara 3 Tahun, Denda Rp 300 Juta, Dinas PP Siak Riau Anjurkan Tak Potong Sapi Betina
istimewa
DPP Siak menggelar sosialisasi penanganan pemotongan sapi betina produktif di aula Kantor Camat Bungaraya, Rabu (30/10/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK- Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Siak menganjurkan masyarakat untuk tidak memotong sapi betina. Anjuran itu untuk menjaga populasi dan perkembangan peternakan sapi.

DPP Siak pun menggelar sosialisasi penanganan pemotongan sapi betina produktif di aula Kantor Camat Bungaraya, Rabu (30/10/2019).

Acara dihadiri oleh Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Bungaraya M Wikamto, SE, Kepala UPT Wilayah I drh Dian, penghulu dari 7 kecamatan dan Bhabinkamtibmas dari 7 kecamatan, serta petugas lapangan DPP Siak.

Kepala DPP Siak Susilawati melalui Kasi Pembibitan drh Romi menyampaikan, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk menyadarkan masyarakat.

Sebab dengan memotong sapi betina produktif dapat berdampak pada penurunan jumlah angka kelahiran sapi. Selain itu juga memperlambat peningkatan populasi sapi di kabupaten Siak.

"Perlu dilakukan upaya untuk memberi pemahaman kepada peternak dan semua kalangan, dengan tidak memotong sapi betina produktif, populasi ternak sapi di Siak diharapkan bisa naik lebih cepat," kata dia.

Selain itu, pemotongan sapi betina juga bisa dikenai pidana UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan kurungan minimal 1 tahun dan maksimal 3 tahun dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta. Namun masih ada yang melanggar dengan berbagai alasan.

Pemerintah juga sudah memberi beberapa solusi mengenai permasalahan ini. Di antaranya bagi pemilik ternak yang akan memotong sapi dan hanya memiliki sapi betina yang masih produktif, untuk dapat mencari pengganti dengan sapi jantan atau sapi betina yang tidak produktif.

"Bisa juga dengan sapi yang sudah tua, atau sapi yang mengalami gangguan reproduksi," kata dia.

Jika tetap memanfaatkan daging sapi betina, sebaiknya diperiksakan terlebih dahulu kepada dokter hewan yang bertugas di wilayahnya masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved