Berita Riau

INVESTOR Pertanyakan Kepastian Investasi di Kawasan Kurma Riau, Kavlingan Belum Ditanami Kurma

Investasi pertanyakan kepastian investasi di Kawasan Kurma Riau atau KKR, Kaplingan belum ditanami kurma dan nasabah belum menerima kavlingan

INVESTOR Pertanyakan Kepastian Investasi di Kawasan Kurma Riau, Kavlingan Belum Ditanami Kurma
tribunpekanbaru.com
Foto/Ilustrasi 

INVESTOR Pertanyakan Kepastian Investasi di Kawasan Kurma Riau, Kavlingan Belum Ditanami Kurma

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Investasi pertanyakan kepastian investasi di Kawasan Kurma Riau atau KKR, Kaplingan belum ditanami kurma dan nasabah belum menerima kavlingan.

Investasi kurma di Kabupaten Kampar yang pada saat awal ditawarkan ke masyarakat oleh PT Kawasan Kurma Riau di gadang-gadang akan memberikan untung besar ke Investor mulai bermasalah.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 SYARAT dan Ketentuan Pengurusan SKCK Seleksi CPNS 2019 Manual & Online Bagi Warga Riau dan Nasional

 DRAMA Penangkapan Pengedar Narkoba di Riau Tersangka Coba Kabur ke Semak Belukar Saat Dikejar Polisi

 Tiga Bupati di Riau Tanpa Wakil, Politisi Partai Demokrat Berharap Penetapan Wabup Kampar Dipercepat

Sejumlah konsumen dan juga investor yang telah menyertakan modalnya di perusahaan tersebut dikabarkan mulai bertanya tentang kepastian dari investasi mereka ke perusahaan..

Dua pekan lalu di kabarkan sejumlah investor dari investasi kapling kurma yang ditawarkan PT Kawasan Kurma Riau datang ke kantor perusahaan tersebut menuntut kejelasan hak dan perjanjian yang telah disepakati antara perusahaan dengan investor.

Salah seorang investor bernama Anita menyebut bahwa dirinya merasa sejumlah kesepakatan tidak bisa dipenuhi oleh KKI diantaranya 6 bulan setelah akad akan dilakukan penanaman namun hingga kini lahan kaplingan tersebut tak kunjung ditanami kurma.

“Awalnya pas akad, setelah 6 bulan setelah akad lahan akan ditanami 6 pohon kurma, satu jenis KL1, 5 lainnya jenis kurtur jaringan, namun hingga terhitung sudah 2 tahun lahan tak kunjung ditanam, bahkan ada nasabah yang belum mendapatkan kavlingan,” ungkapnya.

Anita berharap pihak perusahaan mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan apabila tidak berhasil menyediakan pesanan investor.

Selain itu ia berharap adanya pemberhentian cicilan oleh pihak kedua sampai lahan ditanami sesuai akad.

Halaman
1234
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved