Berita Riau

Komisi II Minta Dinas Perkimtan Bengkalis Batalkan Lelang 193 Paket Proyek,Jika Dipaksa Tak Maksimal

Kalau dipaksakan dengan waktu yang singkat, maka dikhawatirkan proyek akan dikerjakan asal jadi oleh rekanan.

Komisi II Minta Dinas Perkimtan Bengkalis Batalkan Lelang 193 Paket Proyek,Jika Dipaksa Tak Maksimal
TRIBUNPEKANBARU/M NATSIR
Suasana rapat dengar pendapat Komisi II DPRD dengan Dinas Perkimtan Bengkalis, Selasa (29/10/2019) malam. 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD bersama Dinas Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bengkalis berlangsung alot, bahkan berlangsung hingga malam hari, Selasa (29/10/2019).

Hearing dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Ruby Handoko. Sementara dari Dinas Perkimtan dihadiri langsung oleh Kadis Gendrayana didampingi sejumlah kepala bidang.

Dalam pertemuan tersebut, Gendrayana menyampaikan ada 193 paket kegiatan di dinasnya yang belum dilakukan proses lelang. Seauai jadwal, akan ditayangkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada 3 November 2019.

Penjelasan ini spontan mendapat tanggapan oleh Ruby Handoko. Ia terlihat kaget dengan penjelasan Kadis tersebut. Akok, demikian dia akrab disapa mendesak Dinas Perkimtan agar membatalkan lelang 193 paket yang diajukan di instansi tersebut ke ULP.

Dia berkeyakinan kalau dipaksakan dengan waktu yang singkat, maka dikhawatirkan proyek akan dikerjakan asal jadi oleh rekanan.

"Bayangkan saja, tayangnya saja sudah tanggal 3 November, proses lelang masuk masa sanggah selama 21 hari. Tinggal berapa hari lagi untuk pengerjaannya," ucap Akok heran.

Akok menegaskan kembali agar Kepala Dinas Perkimtan membatalkan lelang 193 paket proyek tersebut.

"Kita tidak mau proyek jalan lingkungan yang menjadi domainnya Perkimtan setelah dikerjakan malah akan jadi bermasalah di kemudian hari," tegasnya.

Jika dipaksa untuk dikerjakan, kemungkinan hasilnya asal jadi dan tidak dapat dinikmati masyarakat. Kalau pengerjaanya asal-asalan masyarakat yang dirugikan.

"Uang habis umur jalan tak lama. Masyarakat juga yang dirugikan," pungkas Akok. (Tribunpekanbaru.com/muhammad natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved