Breaking News:

Berita Riau

STORY - Salut, Polisi Ini Rela Kuras Tabungan Demi Bangun Sekolah Marjinal di Kampar Riau

Bripka Ralon Manurung, anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, sukses membangun asa anak-anak pelosok.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Bripka Ralon Manurung saat pertama kali meninjau lokasi sekolah marjinal di Dusun Sialang Harapan, Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, pada November 2017 lalu. 

STORY - Salut, Polisi Ini Rela Kuras Tabungan Demi Bangun Sekolah Marjinal di Kampar Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bripka Ralon Manurung, anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, sukses membangun asa anak-anak pelosok Dusun Sialang Harapan, Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar untuk tetap semangat mengenyam pendidikan dasar.

Dia rela "menguras" isi tabungannya, serta menjual emas istrinya untuk membangun sekolah marjinal yang ada di desa terpencil yang berada di tengah hutan belantara.

STORY - Pesawat F-16 Fight Falcon NO TS-1643 Diabadikan Jadi Monumen di Taman Dirgantara Lanud Rsn

Ini dilakukannya hanya demi bisa melihat anak-anak pedalaman itu tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang setara, dengan anak-anak lain seusia mereka.

Dibalik itu, ternyata ada satu hal yang mendorong Ralon akhirnya bersedia membantu pembangunan sekolah marjinal tersebut, dengan cara menyumbangkan harta benda yang dia sekeluarga punyai.

"Saya ingat zaman dulu saat SD. Sekolah saya SD 058 di Kandis Siak juga terpencil, jaraknya jauh dari rumah. Teman-teman saya anak pedalaman suku Sakai. Jadi saya ini dulu orang miskin juga, sebelum sekarang bisa dapat gaji tetap sebagai polisi," ungkapnya mengenang masa lalu, saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com, Rabu (30/10/2019) siang.

 Viral, Baru Seminggu Menikah Langsung Jadi Duda, Pengantin Wanita Meninggal Kelelahan Seusai Resepsi

Berangkat dari cerita susahnya itulah, Ralon pun bertekad untuk membantu dunia pendidikan.

Hal ini dia implelentasikan, salah satunya dalam membangun sekolah marjinal, yang diketahui menginduk ke SDN 10 Desa Batu Sasak tersebut.

Pria kelahiran Siantar, 14 Januari 1983 ini merasa tak tega melihat anak-anak lain harus bersusah payah demi bisa bersekolah, seperti dirinya dulu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved