Berita Riau

Kampung Tanjung Kuras Siak Riau Penghasil Nanas Berkualitas

Meningkatkan produktivitas petani nanas Siak menjadi perhatian dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Apit dan PT RAPP.

Kampung Tanjung Kuras Siak Riau Penghasil Nanas Berkualitas
istimewa
PT RAPP gelar pelatihan untuk kelompok Bina Tani Kampung Penyengat, dengan pola studi banding ke Kampung Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (31/10/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Komoditas unggulan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak adalah buah nanas.

Para petani terus meningkatkan hasil produksi nanas. Melalui pelatihan lapangan, para petani mendapat pengetahuan bagaimana memaksimalkan hasil panen.

Meningkatkan produktivitas petani nanas Siak menjadi perhatian dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Apit dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Pelatihan dilaksanakan dengan pola studi banding dan pelatihan lapangan di Kampung Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Siak dari Kelompok Bina Tani Kampung Penyengat yang juga mitra bina perusahaan pulp dan kertas itu.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Apit, Opeta Suryani SP mengatakan dipilihnya Kampung Tanjung Kuras sebagai tempat tujuan pelatihan merupakan kampung sentra nanas di Kabupaten Siak. Lahan di kampung tersebut telah mencapai 800 hektare.

Produk nanas Kampung Tanjung Kuras telah dipasarkan sebagai buah segar untuk kebutuhan pasar lokal baik kabupaten, provinsi bahkan sampai ke Jakarta.

"Kampung Penyengat, sebagai daerah baru pengembangan budidaya nanas. Luas lahan budidaya terus bertambah akibat permintaan pasar yang semakin meningkat. Saat ini luas lahan pengembangan nanas di Kampung Penyengat mencapai 250 ha," tuturnya, Kamis (31/10/2019).

Supriyadi (50), petani setempat telah dibantu oleh CD RAPP sejak 2013. Ia menyebut pelatihan ini diberikan untuk belajar lebih banyak lagi bagaimana membudidayakan nanas sehingga ia dan rekan-rekan petani lainnya dapat lebih giat lagi.

"Dari Kampung Tanjung Kuras, kami banyak belajar dan termotivasi, bagaimana memupuk dengan baik dan berbagai macam cara bertani nanas. Kami akan terapkan di kampung kami,” tuturnya.

Senada dengannya, Apo (43), seorang petani nanas dari Kampung Penyengat menyebut pelatihan ini sangat memotivasi dirinya untuk giat dalam bertani nanas sehingga dapat menghasilkan nanas yang baik. Selain itu dapat meningkatkan pendapatan mereka di bidang ekonomi. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved