Berita Riau

Kembangkan Tradisi Lisan dan Sastra Melayu Lewat Workshop

Sebagai follow up workshop tersebut bakal dilaksanakan Festival Seni Tradisi Lisan dan Sastra Siak Sri Indrapura, 6 November 2019 mendatang.

Kembangkan Tradisi Lisan dan Sastra Melayu Lewat Workshop
istimewa
Penampilan musik kolaborasi Toduolah Nyawo dari sanggar seni Sekayuh Sehati memukau peserta workshop tradisi lisan dan sastra Melayu, Kamis (31/10/2019) di Gedung Tengku Mahratu, Siak, Riau. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sebanyak 300 peserta dari SD, SMP dan SMA sederajat mengikuti workshop tradisi lisan dan sastra Melayu, yang ditaja sanggar seni Sekayuh Sehati. Kegiatan yang digelar di Gedung Tengku Mahratu itu sekaligus menampilkan musik kolaborasi berjudul Tiduolah Nyawo dari sanggar tersebut.

"Kegiatan ini kita angkat untuk memberikan pemahaman dan pengembangan tradisi lisan dan sastra Melayu di Kabupaten Siak. Biar generasi muda kita tidak melupakan tradisi kita," kata Ketua Sanggar Sekayuh Sehati, Winda Harniati, Kamis (31/10/2019).

Kegiatan yang didukung Disdikbud Siak itu bertajuk Kearifan Lokal Jati Diri Budaya Bangsa. Materi yang disajikan berupa Syair Perang Siak, Seni Berbalas Pantun Buka Pintu, Gurindam 12 dan Senandung Menidurkan Anak.

Sebagai follow up workshop tersebut bakal dilaksanakan Festival Seni Tradisi Lisan dan Sastra Siak Sri Indrapura, 6 November 2019 mendatang. Festival itu dengan cabang lomba Syair Perang Siak untuk tingkat SD, seni berpantun buka pintu untuk SMP, Gurindam 12 untuk SMA dan mahasiswa dan senandung menidurkan anak untuk tingkat SMP.

"Festival ini juga kita dari sanggar Sekayuh Sehati yang mengadakan. Sanggar kami ini di bawah binaan Disdikbud Siak," kata dia.

Menurut Winda, workshop yang digelar di Gedung Tengku Mahratu Siak itu menumbuhkan kecendrungan dan minat peserta. Sebab, kegiatan itu bertujuan untuk menanamkan budaya tradisi lisan yang memiliki nilai tinggi sebagai upaya menambahkan rasa cinta budaya dan tanah air.

"Kemudian untuk menanamkan nilai dan pengetahuan budaya dan tradisi tradisi sastra lisan serta menjaga kelestarian budaya Melayu," kata dia.

Workshop ini terselengara berkat dukungan semua pihak mulai dari tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI hingga ke dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten siak

Winda juga berharap kedepan tumbuhnya kepedulian guru dan mahasiswa dalam mengembangkan tradisi dan budaya Melayu. Supaya tradisi itu bisa terus hidup di tengah-tengah masyarakat Melayu.

Bupati Siak Alfedri mengapresiasi kegiatan yang ditaja sanggar Sekayuh Sehati tersebut. Sebab, workshop ini merupakan kegiatan yang sangat penting karena dapat memberikan pemahaman dan pengembangan budaya Melayu.

"Karena pelestarian budaya harus ada regenerasinya yang harus dilatih seperti tradisi menidurkan anak, gurindam 12 dan pantun buka pintu," kata Alfedri. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved