Pengembangan Tanaman Aren di Riau Sebagai Komoditi Unggulan Produktif dan Melindungi Lingkungan

Salah satu komoditi yang saat ini sedang banyak didiskusikan dan prospektif untuk dikembangkan di Provinsi Riau adalah tanaman aren atau enau

Pengembangan Tanaman Aren di Riau Sebagai Komoditi Unggulan Produktif dan Melindungi Lingkungan
Istimewa
Pengembangan Tanaman Aren di Riau Sebagai Komoditi Unggulan Produktif dan Melindungi Lingkungan 

Pengembangan Tanaman Aren di Riau Sebagai Komoditi Unggulan Produktif dan Melindungi Lingkungan

Oleh Yeni Kusumawaty, Roza Yulida, Tengku Harunur Rasyid, Armaini, Evy Maharani, Susy Edwina1, Rahmayuni (Fakultas Pertanian Universitas Riau dan Balai Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau)

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat ini, sektor perkebunan di Provinsi Riau masih mengandalkan komoditi utamanya berupa kelapa sawit dan karet. Tetapi harga kedua komoditi andalan ini tidak stabil dan bahkan kondisi saat ini harga komoditi ini makin menurun.

Maka dibutuhkan alternatif komoditi perkebunan yang bernilai lebih tinggi sebagai alternatif bagi masyarakat Riau. Salah satu komoditi yang saat ini sedang banyak didiskusikan dan prospektif untuk dikembangkan di Provinsi Riau adalah tanaman aren atau enau.

Tanaman aren memiliki fungsi produksi menghasilkan berbagai komoditi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika dikelola dengan baik. Produk yang sudah cukup lama diolah secara tradisional secara turun temurun terutama produk gula merah dari nira aren dan kolang kaling.

Selain fungsi produksi, tanaman aren memiliki fungsi konservasi, karena tanaman ini dapat berperan untuk kelestarian sistem tata air tanah. Tanaman aren memiliki tipe perakaran yang dangkal dan melebar sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi tanah.

Di Indonesia, pemanfaatan tanaman aren telah berlangsung lama, namun perkembangannya menjadi komoditi agribisnis relatif lambat, karena umumnya tanaman aren yang diolah oleh masyarakat tumbuh secara alamiah atau belum dibudidayakan. Budidaya tanaman aren belum banyak dilaksanakan, dan tanaman aren umumnya tumbuh secara liar dengan jarak tanam yang tidak teratur.

Sudah 9.713 Hektare Lahan di Riau Terbakar, Status Siaga Bencana Karhutla Riau Berakhir Hari Ini

Sebelum Melakukan Hubungan Suami Istri, Perhatikan Adab dan Bacalah Doa Bersetubuh Sesuai Islam Ini

Waspada Musim Hujan Akan Landa Riau! Prakiraan BMKG Hingga Januari 2020

Kelebihan aren adalah lebih produktif jika ditanam sebagai tanaman sela (mix-cropping) diantaranya dengan kelapa sawit.

Saat ini, mekanisme pasar menyebabkan harga sawit yang dibeli dari penduduk menjadi sangat murah. Di Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Sei Kijang telah dimulai penanaman pohon aren di sela tanaman sawit yang dirintis oleh salah seorang petani sawit.

Saat ini baru 15 pohon aren yang telah menghasilkan nira dan sangat potensial menambah penghasilan petani kelapa sawit skala kecil di Desa Kiyap Jaya. Lokasi pengabdian adalah di Desa Lubuk Ogung yang lokasinya bersebelahan dengan Desa Kiyap Jaya dan belum melakukan budidaya tanaman aren.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved