Kesal Usai Cekcok dengan Suami, Seorang IRT di Dumai Lampiaskan Kemarahan pada Anak Sendiri

Seorang ibu rumah tangga di Dumai nekat menganiaya anak sendiri karena kesal usai bertengkar dengan suami. Dia pun berurusan dengan polisi.

Kesal Usai Cekcok dengan Suami, Seorang IRT di Dumai Lampiaskan Kemarahan pada Anak Sendiri
tribun pekanbaru
Ibu rumah tangga bernama Yenita, harus berurusan dengan polisi karena diduga menganiaya anak sendiri karena kesal usai cekcok dengan suami. 

tribunpekanbaru.com - Yenita (36), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Dumai harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ia diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa pemukulan terhadap DAP (5) yang tidak lain anak kandungnya sendiri.

Akibat perbuatannya itu, putrinya yang masih kecil itu harus mengalami luka memar.

Entah apa yang merasuki Yenita sehingga tega melakukan pemukulan yang mengakibatkan lebam pada anak kandungnya tersebut. Namun dia diduga sedang kesal lantaran bertengkar dengan sang suami, dan sang anak menjadi pelampiasan.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira melalui Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara, membenarkan bahwa ada seorang IRT yang meluapkan kemarahannya kepada putrinya sendiri.

"Akibat perbuatannya, IRT warga Kecamatan Dumai Kota itu harus mendekam di balik jeruji Polsek Bukit Kapur," kata Tumara, Jumat (1/11).

Mneurutnya, pihaknya melakukan penangkapan terhadap IRT yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri.

"Pelaku sudah kita amankan di Polsek Bukit Kapur, diduga ia stres karena bertengkar dengan suaminya, dan meluapkan kemarahan kepada anak kandungnya sendiri," terang Tumara.

Diceritakan, kejadian ini terungkap ketika masyarakat di Jalan Inpres II, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, melihat korban duduk bersandar di sebuah tiang listrik dengan luka memar bahkan membiru di bagian wajahnya.

Melihat hal itu, masyarakat langsung mendatangi korban. Namun tidak lama kemudian datang lah pelaku dan ketika itu mengakui bahwa anak itu adalah keponakannya.

Merasa curiga dengan pelaku, masyarakat di sekitar lokasi kejadian lalu membawa korban bersama pelaku ke Polsek Bukit Kapur, guna mengungkap perbuatan pelaku yang tega menganiaya bocah yang masih berumur 5 tahun itu.

"Setelah kita periksa, pelaku mengakui bahwa korban merupakan anak kandungnya. Bahkan ia mengakui perbuatannya itu dilakukan lantaran kesal setelah bertengkar dengan suami, dan melampiaskan kekesalannya kepada anaknya," terang Kapolsek lagi.

Akibat perbuatannya itu, pelaku bakal dijerat dengan pasal Pasal 44 ayat (2) UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam lingkup Rumah Tangga, dan Pasal 80 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 01 tahyn 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved