Berita Riau

Saya Ingin Seperti Bapak, Jadi Polisi, Bocah Pedalaman Kampar Pegang Tongkat Komando Kapolda Riau

Afrizal senang saat diberi kesempatan memakai topi dengan bintang dua di atasnya serta tongkat komando milik Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya

Saya Ingin Seperti Bapak, Jadi Polisi, Bocah Pedalaman Kampar Pegang Tongkat Komando Kapolda Riau
Istimewa
Kepala Polda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjadi guru matematika bagi murid SD Negeri 010 Desa Batu Sasak Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar, Riau, Kamis (31/10/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Afrizal, murid kelas jauh di SDN 010 Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar terlihat senang saat diberi kesempatan memakai topi dengan bintang dua di atasnya serta tongkat komando milik Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kamis (31/10/2019).

"Saya ingin jadi seperti Bapak, ingin jadi polisi, jika saya besar nanti. Itu cita-cita saya Pak," kata Afrizal disambut suara tawa dan tepuk tangan.

“Suatu hari semoga bisa menggantikan Kapolda," jawab Irjen Pol Agung.

Sebelumnya, para murid sekolah itu berlomba-lomba maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Jenderal bintang dua tersebut secara khusus datang dari Pekanbaru yang berjarak ratusan kilometer hanya untuk menjadi guru matematika bagi anak-anak yang tinggal di bawah kaki deretan Bukit Barisan, Dusun Sialang Harapan.

"Saya mengajar mata pelajaran matematika bilangan baris kepada anak-anak kita yang cerdas, dan pintar-pintar. Mereka semangat dan pandai matematika. Ini modal bagi guna memperoleh ilmu lebih tinggi dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Mata lulusan Akpol 1988 ini berkaca-kaca menahan tangis kala seorang murid SD membacakan puisi berisikan pesan mereka tidak akan mengeluh belajar dan terus semangat menuntut ilmu.

Agung bahagia menjadi guru Matematika sesaat di SDN 01. Ia bangga berada di tengah-tengah anak-anak cerdas tersebut. Namun, ia lebih bangga lagi saat mengetahui pembangunan kelas di sekolah itu ada peran besar polisi lalulintas Polda Riau bernama Bripka Ralon Manurung.

SDN 010 Desa Batu Sasak semula merupakan sekolah cabang tahun 2006. Bangunan sekolah ketika itu apa adanya dan disebut sekolah marjinal.

Awalnya, bangunan terbuat dari kayu, termakan usia akhirnya lapuk dengan kondisi memprihatinkan.

Halaman
123
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved